Bandara Juanda Dan Anak Perusahaan Salurkan Bantuan Tanggap Bencana

SIDOARJO (Suarapubliknews) – Bencana alam awan panas guguran Gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu (4/12) mengakibatkan mayoritas warga di Kabupaten Lumajang terdampak dan harus mengungsi di beberapa lokasi.

Manajemen Bandar Udara Internasional Juanda berkolaborasi dengan seluruh anak perusahaan dan serikat pegawai menyalurkan barang-barang kebutuhan sehari-hari kepada masyarakat terdampak yang diserahkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Kamis (9/12).

General Manager Bandar Udara Internasional Juanda Sisyani Jaffar menagatkan pihaknya turut prihatin dan berduka cita kepada para masyarakat sekitar yang terdampak akibat bencana alam awan panas guguran Gunung Semeru.

“Semoga selalu diberikan kesabaran dan kekuatan untuk menghadapi cobaan ini. Sebagai mitra pemerintah, bentuk kepedulian, serta sebgai wujud BUMN hadir di tengah masyarakat, kami manajemen PT Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandar Udara Internasional Juanda hari ini menyalurkan barang kebutuhan sehari-hari yang diperlukan masyarakat terdampak senilai total Rp 66.706.000  di Lumajang Jawa Timur,” katanya.

Dana bantuan tersebut berasal dari dana Program Tanggung Jawab Sosial (TJSL) perusahaan sektor bencana alam senilai Rp 25.000.000, partisipasi donasi anak perusahaan Rp 7.400.000, gabungan serikat pegawai Bandara Juanda Rp 22.800.000 dan donasi mandiri pegawai PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Juanda sejumlah Rp 11.506.000.

“Kami bersyukur semua elemen di internal kami di Bandara Juanda bergerak bersama dengan semangat yang sama untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak,” ujar Sisyani.

Pemilihan barang bantuan kebutuhan sehari-hari yang diberikan berdasarkan informasi yang diterima dari rekan-rekan Posko Satgas BUMN Jatim. “Rekan-rekan di Satgas BUMN Jatim saling bertukar informasi terkait apa saja kebutuhan mendesak yang diperlukan di lokasi. Berdasarkan informasi yang kami terima, kami memprioritaskan untuk pembelian selimut, kebutuhan bayi seperti popok dan minyak telon, kebutuhan wanita, peralatan mandi, perlengkapan ibadah, masker, hingga ketersediaan air siap minum” jelasnya.

Secara umum, bukan besarnya nominal yang ditekankan namun bagaimana agar bantuan yang diberikan dapat memberi manfaat terutama bagi masyarakat di sekitar lokasi kejadian bencana “Oleh karenanya kami menyerahkan bantuan tersebut kepada BPBD Kabupaten Lumajang yang lebih memahami kondisi dan lokasi agar dapat terdistribusi dengan baik,” pungkas Sisyani. (q cox, tama dinie)

Reply