Nasional

Baterai Bekas Jangan Dibuang Sembarangan, AZKO Dorong Pengelolaan E-Waste dari Rumah

85
×

Baterai Bekas Jangan Dibuang Sembarangan, AZKO Dorong Pengelolaan E-Waste dari Rumah

Sebarkan artikel ini

JAKARTA (Suarapubliknews) ~ Baterai menjadi bagian dari keseharian masyarakat, mulai dari remote, jam, mouse, senter hingga mainan. Namun setelah masa pakainya berakhir, baterai tidak bisa diperlakukan seperti sampah rumah tangga biasa karena termasuk bagian dari limbah elektronik yang perlu dikelola secara khusus.

AZKO mengajak masyarakat membangun kebiasaan yang lebih bijak dalam menggunakan dan mengelola baterai, mulai dari memilih baterai yang dapat digunakan kembali, memaksimalkan masa pakainya hingga menyalurkan baterai bekas melalui jalur pengelolaan limbah elektronik yang sesuai.
AZKO menyebut baterai yang sudah tidak terpakai termasuk sampah elektronik yang mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Ketentuan tersebut juga mencakup baterai sel kering lithium, non-lithium, serta sel basah sebagai barang elektronik rusak dan/atau tidak digunakan lagi yang mengandung B3.

Karena itu, baterai bekas sebaiknya tidak dibuang bersama sampah rumah tangga. Pengelolaan yang tidak tepat berpotensi menyebabkan bahan berbahaya terlepas ke lingkungan dan mencemari udara, tanah maupun air.

AZKO juga mengutip laporan World Health Organization (WHO) Throwing Away Our Health (2025), yang menyebut baterai sebagai salah satu jenis sampah elektronik yang dapat mengandung bahan kimia berbahaya, termasuk logam berat seperti timbal, merkuri, lithium dan kadmium. Paparan bahan berbahaya dari e-waste juga dikaitkan dengan gangguan perkembangan saraf dan kognitif pada anak-anak.

Selain persoalan pembuangan, masyarakat dapat mengurangi timbulan limbah baterai dengan memperpanjang masa penggunaannya. Salah satunya dengan menggunakan baterai rechargeable untuk perangkat yang dipakai secara rutin.

AZKO juga mendorong masyarakat memeriksa kondisi baterai sebelum menggantinya. Langkah sederhana tersebut dapat membantu menghindari penggantian baterai yang sebenarnya masih dapat digunakan.

Head of Corporate Communications & Sustainability PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk, Melinda Pudjo, mengatakan tanggung jawab terhadap produk tidak berhenti ketika produk digunakan, tetapi juga mencakup akhir masa pakainya. “Bagi kami, komitmen keberlanjutan berarti bertanggung jawab atas produk yang kami hadirkan, tidak hanya saat digunakan, tetapi hingga akhir masa pakainya,” ujarnya.

Untuk membantu masyarakat menyalurkan perangkat elektronik yang sudah tidak terpakai, AZKO menjalankan program BISA BAIK (Bersama Atasi Sampah Barang Elektronik). Program yang telah berjalan sejak 2023 tersebut menyediakan dropbox di 24 toko AZKO yang tersebar di 17 kota.

Salah satu kota yang tercakup dalam program tersebut adalah Surabaya. Dropbox BISA BAIK dapat digunakan untuk mengumpulkan berbagai jenis sampah elektronik dari merek apa pun, termasuk baterai dan perangkat elektronik lainnya.

Melalui langkah tersebut, masyarakat tidak hanya didorong untuk lebih bijak saat memilih dan menggunakan baterai, tetapi juga memastikan baterai yang sudah tidak terpakai masuk ke jalur pengelolaan limbah elektronik yang sesuai. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *