Begini Geliat Malam Pasar Keputran di Tengah Pandemi Covid-19

SURABAYA (Suarapubliknews) – Surabaya adalah kota metropolitan yang tak pernah tidur. Meski malam, denyut nadi perekonomian di kota ini tetap berjalan. Salah satu aktivitas kegiatan yang berdenyut hingga malam ialah Pasar Keputran Utara. Letaknya berada di Jalan Keputran, Kecamatan Tegalsari Surabaya, Jawa Timur.

Sejak sore, malam hingga dini hari, Keputran ini bak sebuah pasar malam. Apalagi, lokasinya yang berdekatan dengan Jalan Raya, semakin memudahkan pengunjung untuk datang.

Berbagai jenis dagangan pun ditawarkan di pasar yang dikelola BUMD milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya ini. Mulai kebutuhan pokok, bumbu dapur, hingga makanan siap saji semua tersedia di sini.

Sebagai salah satu pasar tradisional terbesar di Surabaya, Pasar Keputran layaknya rumah bagi para pedagang. Aktivitas yang dominan di sore hingga malam, membuat pasar ini tetap ramai meski rembulan telah mencapai di puncak kepala.

Namun, sejak pandemi Covid-19 melanda Kota Surabaya, pemerintah setempat langsung menerapkan protokol kesehatan di Pasar Keputran. Setiap orang yang berada di area ini diwajibkan menggunakan masker, serta saling menjaga jarak dengan menerapkan physical distancing.

Namun, terkadang, ada pula pedagang yang sedikit membandel tak mau menggunakan masker. Meski begitu, petugas tak henti-hentinya mengingatkan dan mengedukasi para pedagang itu. Bahkan memberi masker gratis kepada mereka.

Seperti yang berlangsung pada Jum’at (24/04/2020) malam. Jajaran Satpol PP bersama direksi PD Pasar Surabaya berkeliling ke dalam pasar untuk mengingatkan para pedagang agar menggunakan masker.

Dengan menggunakan megaphone, terdengar sayup-sayup suara salah satu anggota Satpol PP memberikan imbauan kepada para pedagang dan pembeli agar saling menjaga jarak dan menggunakan masker.

“Saya mohon kerjasamanya Bapak Ibu sekalian, agar semuanya menggunakan masker. Ini demi keselamatan kita semua,” kata Joko, petugas Satpol PP saat memberi imbauan kepada para pedagang.

Imbauan yang diberikan petugas itu, rupanya juga direspon para pedagang. Bahkan, salah satu dari mereka ikut membantu petugas mengingatkan pedagang lain agar menggunakan masker.

“Ayo rek, masker e digawe (maskernya dipakai). Cek iso dodolan terus (Biar bisa berjualan terus),” kata salah satu pedagang.

Tak hanya petugas Satpol PP setempat yang tak jemu mengingatkan kepada para pedagang. Jajaran direksi PD Pasar Surya rupanya demikian. Bahkan, hingga larut malam mereka mensosialisasikan protokol kesehatan kepada para pedagang.

“Tolong dukungan dan kerjasamanya bapak ibu sekalian , gunakan masker baik itu kuli angkut, pedagang, sopir, maupun pembeli,” kata M Taufiqurrahman, Direktur Pembinaan Pedagang, PD Pasar Surya, saat memberi imbauan kepada para pedagang.

Sosialisasi yang gencar dilakukan ini pun cukup beralasan. Pasalnya, ketika pedagang atau pembeli kurang memperdulikan protokol kesehatan, besar kemungkinan mereka bisa terpapar Covid-19.

Imbasnya, jika salah satu diantara mereka ditemukan positif Covid-19, maka pemerintah setempat bakal melakukan penghentian operasi sementara selama 14 hari Pasar Keputran. Hal ini sesuai dengan protap yang telah ditentukan.

“Makanya kita selalu gencar melakukan sosialisasi. Harapan kita para pedagang bisa bekerja sama agar Pasar Keputran tetap beroperasi dan berjalan,” tandas Taufiqurrahman. (q cox, And)

Reply