Begini Respon Cepat Pemkab Tanbu Ketika Warganya Butuh Pertolongan di Masa Pandemi

BATULICIN (Suarapubliknews) – Bupati Tanah Bumbu (Tanbu) Kalimantan Selatan H.Sudian Noor, mengatakan bahwa masa pandemi menjadi persoalan pelik bagi masyarakatnya, karena tercatat 11 ribu warganya telah menunggak iuran BPJS.

Menurut Bupati, bahkan besar kemungkinan data ini akan terus bertambah, sehingga Pemda tidak akan mungkin bisa tinggal diam.

“Oleh sebab itu saya instruksikan pihak rumah sakit agar melayani masyarakat yang menggunakan KTP, dan menginstruksikan pihak Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial agar mengaktifkan BPJS yang sudah tidak aktif, artinya KTP tetap dilayani namun pihak Dinkes dan Dinsos agar segera memproses pengaktifan BPJS mereka,” tegas Sudian Noor. Sabtu (26/09/2020)

Bupati mengatakan, akan menjadi persoalan bila ada warga yang jatuh sakit, sementara BPJS tidak aktif. “Kemana mereka harus berobat sementara kondisi keuangan mereka sangat tidak mampu,” tuturnya.

Pasalnya, kejadian seperti ini telah dialami warga Rt 10 Desa Sejahtera Kecamatan Simpang Empat. “Dia mengalami pendarahan dan tidak memiliki uang untuk berobat, BPJS juga tidak punya,” jelasnya.

Laporan soal kejadian ini didapatkan dari Camat Simpang Empat Syamsudin, S.Sos, yang kemudian Bupati menginstruksikan segera dibawa ke RS. dr. Andi Abdurahman Noor.

Ternyata, Bupati sudah menunggu di Rumah Sakit, dan pasien langsung ditangani oleh dokter di rumah sakit.

Pasien adalah Ibu muda bernama Sela Sri Rahayu (30) tahun yang sedang mengandung 2 bulan dan tinggal di Rt 10 Desa Sejahtera. Dia mengalami pendarahan dan walaupun sudah ke bidan namun darahnya tidak berhenti.

“Mau ke rumah sakit tapi tidak memiliki BPJS, uang juga tidak punya, akhirnya selama 1 minggu saya tetap bertahan dengan kondisi darah yang terus menerus keluar, tau – tau pak Camat membawa saya kerumah sakit ini, dan langsung ditangani oleh dokter disini,” ucapnya dengan penuh haru, karena merasa masih ada yang perduli dengan dirinya.

Direktur RS. dr.H.Andi Abdurahman Noor, dr.Syaifullah, Sp.Pd. mengatakan bahwa berbagai kemungkinan bisa terjadi apakah penyebab pendarahannya akibat posisi janin yang tidak semestinya atau ada faktor lain, oleh sebab itu saat ini pasiennya sudah ditangani oleh dr. Ahli kandungan.

“Syukur alhamdulillah pasiennya cepat dibawa ke rumah sakit sehingga dokter disini segera melakukan penanganan dan dapat mengetahui penyebab pendarahannya, sehingga keterlambatan penanganan tidak terjadi, kalau terlambat maka dapat beresiko terhadap pasin,” ungkap Syaifullah. (q cox, Imran)

Reply