BEI Jatim Target Pertambahan Galeri Investasi di 2019

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Jatim menargetkan memperbanyak dan memperluas jaringan galeri investsi Jatim khususnya dan Indonesia umumnya.

Kepala Kantor Perwakilan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jatim, Dewi Sriana Rihantyasni, mengatakan BEI Jatim bisa dikatakan terbesar se Indoneaia dalam memiliki galeri investasi bila dibandingkan dengan provinsi lain yang ada di negeri ini.

“Se Indonesia ada 411 galeri investasi , 347 adalah BEI biasa sedangkan yang 64 adalah BEI Syariah, sedangkan yang 393 sudah masuk kampus secara nasional,” katanya disela kunjungan emiten di PT Sariguna Primatirta Tbk.

Di Jatim sendiri ada 57 galeri investasi, 56 diantaranya berada dilingkunga Perguruan Tinggi. Pada 2019 BEI Jatim bertekad bisa menambah 8 sampai 9 galeri investasi lagi agar perkembangan menanam saham di Jatim.

Selain itu jumlah investor pasar modal di Jatim diperkirakan masih akan meningkat tahun depan dan setidaknya ada penambahan investor baru mencapai 50.000 Single Investor Identification (SID).

“Selama ini masih banyak orang buka rekening efek tapi tidak aktif. Mereka punya SID tapi berhenti sampai di situ. Padahal target SID aktif setidaknya 20%/tahun tetapi sulit jadi sosialisasi yang dilakukan belum mencapai harapan. Ini [ketidakaktifan] menjadi PR kami untuk meningkatkan transaksinya tahun depan ” papar Ana.

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor atau pemegang SID di Jatim sampai November 2018 mencapai 102.655 SID. Tercatat sejak 2015 ada penambahan investor baru sebanyak 54.244 SID, pada 2016 ada 65.882 SID baru, pada 2017 ada 76.381 SID baru dan tahun ini sampai November ada 26.247 SID baru.

Sementara data transaksi anggota bursa atau sekuritas pada 2018 hingga November tercatat mencapai Rp38,7 triliun. Jumlah tersebut turun drastis dibandingkan 2017 yang tembus Rp78,95 triliun, dan pada 2016 mampu mencapai Rp67,8 triliun dan pada 2015 hanya Rp61,16 triliun.

Ke depan BEI akan terus aktif melakukan soasialisasi kepada masyarakat Jatim, khususnya terkait peningkatan transaksi. “Kami akan aktif terus terutama ke kampus-kampus agar milenial tahu hal-hal baru karena tugas kita adalah menyejahterakan masyarakat,” tandasnya. (q cox, Tama Dinie)

Reply