Belum Ada Penderita Positif Virus Corona di Jatim, Forkopimda Viralkan Gerakan Cuci Tangan

SURABAYA (Suarapubliknews) – Pasca diumumkan suspect penderita virus corona pekan lalu, hingga saat di Jatim ini belum ada yang positif terkena COVID-19. Ada 44 rumah sakit di Jatim yang sudah memiliki ruang isolasi.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan Ia bersama jajarannya dan Forkopimda Jatim terus melakukan pemantauan terkait hal tersebut. Ada 41 rumah sakit yang disebut rujukan pertama, ada 3 rumah sakit rujukan utama.

“Jadi Insya Allah seluruh lini sudah melakukan langkah-langkah antisipasi secara terus terkoordinasi, bukan sendiri-sendiri. Dari ruang isolasi itu kita bisa monitor. Jadi dari ruang isolasi itulah jika ada rujukan, hasil labnya terindikasi dan positif maka kita bisa memonitor bersama,” katanya.

Dalam gelaran #JatimSehat yang diselenggarakan di Monumen Polri Para Forkopimda Jawa Timur melakukan enam langkah gerakan mencuci tangan yang bersih dan benar sesuai anjuran kesehatan.

Gerakan ini diinisiasi lantaran wabah COVID-19 telah menjadi perhatian dunia. Bahkan Bank Dunia pun melakukan koreksi terhadap pertumbuhan ekonomi di berbagai negara. Pemerintah juga melakukan koreksi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. “Ada juga pakar yang melakukan koreksi pertumbuhan ekonomi regional,” terang Khofifah.

Tak hanya itu, virus ini juga menimbulkan efek takut yang menyebabkan masyarakat melakukan tindakan seperti panic buying. Hal ini sempat terjadi di sejumlah daerah seperti di Jawa Barat bahkan termasuk di Surabaya. “Kita ingin masyarakat Jatim tidak melakukan panic buying seperti aksi borong apa saja. Jangan menjadikan Virus Corona sebagai monster yang menyebabkan fear effect,” lanjutnya.

Melihat fenomena tersebut, dirinya bersama Forkopimda Jatim termasuk Kapolda Jatim dan Pangdam V/Brawijaya di dalamnya menggagas Gerakan Jatim Sehat. Melalui gerakan ini, dilakukan sosialisasi untuk masyarakat seperti apa Virus Corona, cara penyebarannya, maupun penangkalan atau pencegahannya.

“Masyarakat Jatim harus mendapatkan informasi yang cukup dan komprehensif. Karena itu bersama Forkopimda Jatim bersatu menyampaikan pesan Jatim Sehat,” tegasnya..

Sebanyak sekitar lima ribu undangan yang hadir antara lain, OPD di lingkungan Pemprov Jatim, jajaran Polda Jatim, jajaran Kodam V Brawijaya, perguruan tinggi, mahasiswa kedokteran termasuk IDI serta unsur kelompok masyarakat lainnya.

“Jika gerakan mencuci tangan melalui TikTok bisa diviralkan akan menjadi pembelajaran yang sangat baik. Itu bukan hanya untuk masyarakat Jatim tetapi untuk seluruh masyarakat yang mengakses dari konten tersebut,” pungkas Khofifah. (q cox, Tama Dinie)

Reply