Berbagai Stakeholder Gotong Royong Berikan Bantuan ke Pemkot Surabaya

SURABAYA (Suarapubliknews) – Warga Kota Surabaya terus bergotong royong mengatasi pandemi Covid-19. Terbukti, hingga saat ini berbagai stakeholder tidak henti-hentinya mengirim bantuan melalui Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Terbaru, Pemkot Surabaya menerima bantuan dari PT Avia Avian, PT Kebon Agung, dan Wahana Visi Indonesia. Secara simbolis berbagai bantuan itu diterima langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di halaman Balai Kota Surabaya, Rabu (22/9/2021).

Adapun bantuan itu berasal dari PT Avia Avian berupa 650 paket sembako. Setiap paket sembako itu berisikan beras 5kg, gula pasir 1kg, minyak goreng 1 liter, masker kain 2 buah, dan hand sanitizer 1 botol. Kemudian, ada pula bantuan dari PT Kebon Agung berupa baju hazmat 900 buah, faceshield 500 buah, multivitamin 300 kotak, dan sarung tangan disposable 300 kotak.

Lalu, ada pula bantuan dari Wahana Visi Indonesia berupa masker bedah 4.750 kotak, masker N95 300 kotak, sarung tangan disposable 1.280 kotak, face shield 250 buah face shield, baju hazmat 100 buah, buah selimut 200, sprei 200 buah, dan bantal 200 buah, serta thermogun 65 unit. Ada pula bantuan berupa tabung oksigen 1 m3 45 buah, tabung oksigen 2 m3  20 buah, pulse oxymetri 205 buah, regulator oksigen 65 buah, nonbreathing face mask 65 unit, oksigen hose 65 unit, dan oksigen mask 65 unit.

Selain itu, Wahana Visi Indonesia juga memberikan bantuan berupa gown kain 60 buah, gown operasi disposable 150 buah, gown waterproof 100 buah, disinfektan 20 jerigen @ 5 liter, hand sanitizer 1.680 botol @ 500 ml, dan hand sanitizer 10 jerigen @ 5 liter.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Eri menyampaikan terimakasih banyak kepada semua pihak yang telah memberkan bantuan melalui Pemkot Surabaya. Ia memastikan, bahwa bantuan yang diberikan itu akan sangat bermanfaat bagi warga Kota Surabaya.

“Semoga apa yang jenengan (para donatur) kepada warga Surabaya akan dicatat menjadi amal kebaikan, amal jariyah jenengan. Dan, semoga dibalas oleh Allah dengan berlipat ganda,” kata Wali Kota Eri.

Wali Kota Eri menjelaskan, berkat bantuan dari berbagai pihak mulai dari relawan Surabaya Memanggil hingga para stakeholder yang memberikan bantuan, Kota Surabaya kini berada di level 1 berdasarkan asesmen situasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI). Namun, ia mengingatkan kepada seluruh warga Kota Pahlawan untuk tidak hanyut dalam euforia dan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).

“Surabaya bisa berubah seperti sekarang, dari yang dulu berada di zona merah kini, berada di zona kuning dan menuju ke zona hijau bukan karena Wali Kotanya, tapi itu berkat hebatnya warga Surabaya termasuk jenengan semua yang hadir di sini, maturnuwun,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Wali Kota Eri berharap, kolaborasi antara Pemkot Surabaya dan berbagai stakeholder akan terus terjalin. Menurutnya, melalui kolaborasi itu dapat mengakhiri pandemi Covid-19 dan menggerakkan kembali perekonomian di Kota Pahlawan.

“Hari ini pemkot dibantu oleh para donatur. Sebaliknya, kami dari Pemkot Surabaya juga akan membantu. Karena, ini merupakan arti dari sebuah gotong royong. Saya pastikan, pemkot tidak akan mempersulit ketika ingin mengurus perizinan dan berinvestasi di Kota Surabaya.” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Manajer Area Program Wahana Visi Indonesia Surabaya Charles Frans mengatakan, bantuan itu diberikan kepada para tenaga kesehatan (nakes) untuk menangani dan mencegah penyebaran pandemi Covid-19 di Kota Pahlawan. “Bantuan ini juga untuk para kader-kader posyandu dan kader Covid-19 yang saat ini sedang berjuang bersama-sama, berperang menghadapi Covid-19,” kata Charles.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Umum PT Kebon Agung Krisman Tobing menyatakan, pihaknya sangat mendukung langkah-langkah pemkot dalam upaya penanggulangan pandemi Covid-19. “Bantuan ini merupakan tanggung jawab sosial kami kepada masyarakat,” pungkasnya. (q cox)

Reply