Berkat #BangkitBersama GoFood, Jajan Momie Semakin Diburu Masyarakat

SURABAYA (Suarapubliknews) – Pandemi Covid 19 yang melanda dunia sejak akhir 2019 dan masuk Indonesia pada awal maret 2020, tak hanya merubah kebiasaan masyarakat namun juga berimbas pada perekonomian mereka. Banyak yang akhirnya alih profesi demi dapat bertahan memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Salah satunya yang dialami pasangan Gaguk Prijo dan Dwita Prasetya. Pasangan yang sebelumnya kerja di salah satu stasiun televisi swasta di Surabaya ini sekarang sukses dengan usaha jajanannya, @ jajanmomie.

Dwita Prasetya, akrab dipanggil Dwita Ebo ini mengatakan dikarenakan Ia dan sang suami bekerja di perusahaan yang sama, maka salah satu diantaranya harus resign. “Nah suami saya, Gaguk memilih resign dan bergabung dengan ojek online. Namun sejak pandemi datang, penghasilan pun berkurang karena pembatasan masyarakat pada 2020 lalu,” katanya.

Tak patah arang, Guguk yang hobi memasak iseng membuat donat kentang dengan aneka topping serta memasarkannya melalui relasi yang Ia dan istrinya miliki. “Alhamdulillah donat kentang bikinan suami banyak diterima oleh para relasi,” lanjut Dwita Ebo.

Menurunnya perekonomian pada 2020 mengakibatkan pengurangan karyawan di perusahan tempat Dwita Ebo bekerja, akhirnya Ia pun di PHK pada bulan Agustus. Namun Ia dan sang suami tidak putus asa, berbekal kelihaian Gaguk memasak, aneka jajanan lain mulai dipasarkan diantaranya donat labu, kebab, burger, sempol, lumpur surga dan terakhir martabak madura.

“Sejak setahun terakhir, suami mulai memasarkan jajan momie melalui aplikasi online dan Alhamdulillah, jajanan kami semakin dikenal serta mendapat rating yang bagus di Gofood. Berkat program #bangkitbersama yang diinisiasi Gojek, kami para mitra UMKM mendapatkan kemudahan dalam berpromosi dan meningkatkan penjualan,” tambah ibu 2 anak ini.

Berkat program #bangkitbersama @ jajanmomie tak hanya dikenal oleh relasi Gaguk dan Dwita namun juga masyarakat Surabaya dan sekitarnya. “Kami juga terbantu dengan adanya promo yang diadakan oleh GoFood, karena tak hanya meningkatkan penjualan secara signifikan namun juga memperluas pelanggan, sehingga pelanggan kami semakin luas jangkauannya,” tambah Gaguk.

Program #bangkitbersama yang diinisiasi GoTo, grup teknologi terbesar di Indonesia yang menaungi Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial, menghadirkan berbagai inisiatif untuk membantu UMKM beradaptasi dan tumbuh di tengah pandemi, mendorong daya beli konsumen pada produk lokal, hingga membantu mitra driver tetap produktif, sehat, dan aman.

Salah satu enam inisiatif utama dalam #BangkitBersama adalah Inisiatif Hyperlocal Memaksimalkan Eksposur UMKM. Mendekatkan masyarakat dengan produk UMKM setempat lewat inovasi yang menerapkan teknologi geo-tagging supaya memenuhi kebutuhan harian bisa lebih efisien dan UMKM di seluruh penjuru Indonesia punya kesempatan yang sama untuk bertumbuh.

Gerakan yang dimulai dari daerah ini terdiri dari inisiatif lengkap dan holistik supaya produk UMKM menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia. Inisiatif holistik ini melibatkan UMKM, konsumen, dan mitra driver agar tercipta hubungan yang saling menguntungkan.

CEO Grup GoTo dan CEO GoTo Financial, Andre Sulistyo mengatakan semangat kolaborasi dan resiliensi, GoTo berusaha berkontribusi untuk pemulihan ekonomi dan inilah yang menjadi alasan lahirnya bangkit bersama.

“Kami lihat digitalisasi punya peran penting mengubah usaha offline yang tidak bisa buka karena pandemi bisa dijembatani. GoTo ingin terus berkontribusi supaya UMKM bisa tetap berjualan, bisa membantu operasional dan pengelolaan. Kami ingin terus berinovasi supaya bisa jadi jembatan. Inisiatif Bangkit Bersama kami susun supaya juga fokus di daerah agar lebih banyak UMKM bisa masuk ke ekosistem,” katanya.

CEO dan Founder Tokopedia, William Tanuwijaya menambahkan selama masa pandemi, pihaknya melihat UMKM tidak menyerah pada keadaan dan berani go-digital. Ada lebih dari empat juta mitra baru yang bergabung di ekosistem GoTo, dan 86% diantaranya ada pengusaha baru. Namun disisi lain, ada tantangan dimana para UMKM ini juga harus menghadapi pedagang luar negeri dan pandemi.

“GoTo melihat kami punya tanggung jawab besar dan harus terus hadir untuk bangkit bersama. Pendekatan yang kami lakukan sangat hyperlocal, terutama dalam hal menghubungan pengusaha lokal dengan konsumen setempat. Supaya lebih banyak pengusaha daerah bisa go-digital. Solusi yang kami hadirkan selalu didasari atas semangat untuk mengatasi permasalahan di daerah sehingga UMKM lokal selalu bisa jadi tuan rumah di negeri sendiri,” tambahnya.

GoTo bersama Otoritas Jasa Keuangan berkomitmen mengangkat lebih banyak UMKM unggulan daerah melalui peningkatan literasi keuangan dan kapasitas usaha agar naik kelas, terus bertumbuh, dan mampu bersaing dengan brand global melalui Kampus UMKM Bersama.

Kampus UMKM Bersama dan Program #BangkitBersama GoTo diharapkan menjadi salah satu bentuk keberpihakan kepada UMKM lokal dan menjadi jembatan untuk mendukung perluasan ekosistem digital UMKM yang terintegrasi dari hulu sampai hilir.

“Kami berbisnis dengan hati nurani. Sehingga, strategi kami di GoTo adalah mengoptimalkan apa yang terbaik buat mitra kami dan UMKM. Kami percaya kalau kami memberikan yang terbaik untuk mitra, bisnis  pasti bertumbuh sejalan. Misalnya secara kebijakan, kami memilih untuk tidak membuka platform kami bagi pedagang dari luar negeri. Ini wujud perlindungan kami terhadap UMKM Indonesia. GoTo sebagai karya anak bangsa harus berpihak dan menjadi mitra yang paling mengerti dan strategis buat UMKM,” tambah William Tanuwijaya.

Sebagai platform on-demand terkemuka di Asia Tenggara, Gojek memperkenalkan inovasi di tiga layanan utama yakni transportasi, pesan-antar makanan, dan logistik untuk semakin dapat memberikan solusi keseharian dan pengalaman yang lebih baik bagi masyarakat, meningkatkan efisiensi usaha mitra UMKM, serta memperluas peluang mitra driver untuk meningkatkan pendapatan.

Guna mendukung mitra UMKM untuk bisa makin maju dengan melengkapi aplikasi untuk mitra usaha, GoBiz, dengan fitur inovatif BizTips yang berisi berbagai tips sukses mengelola bisnis secara mandiri. Fitur ini efektif dalam membantu para mitra UMKM kuliner untuk mengelola bisnisnya secara lebih baik dan efisien.

Co-Founder dan CEO Gojek Kevin Aluwi, mengatakan tidak hanya memanjakan pelanggan dengan pengalaman kuliner terbaik, melalui inovasi terkini GoFood yang digemari masyarakat adalah fitur GoFood PLUS dan Order Sekaligus, GoFood juga mendorong eksposur merchant UMKM lokal melalui teknologi personalisasi data.

“Hal ini memungkinkan pelanggan untuk mendapatkan rekomendasi kuliner dari mitra UMKM yang berada di sekitar lokasi pelanggan, sesuai dengan preferensi mereka. Pendekatan hyperlocal ini memberikan merchant UMKM akses yang semakin luas kepada pelanggan sehingga meningkatkan peluang pendapatan mereka,” katanya. (q cox, tama dinie)

Reply