Berlakukan Denda Tinggi, Australia Berhasil Turunkan Angka Penyebaran Covid-19

SURABAYA (Suarapubliknews) – Sejak memberlakukan denda tinggi kepada warganya saat Shutdown (lockdown), Australia berhasil menurunkan grafik penyebaran wabah covid-19 dalam angka ratusan per hari.

Kabar ini disampaikan Eilin Marcelita Weyna mahasiswi asal Indonesia yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Faculty of Arts (Sospol) University of Melbourne, yang mengatakan bahwa saat ini Negara Australia tengah memberlakukan shutdown 3 stage.

Yang artinya, seluruh warga hanya bisa keluar dari rumah dengan empat alasan, yakni ke sekolah, rumah sakit, farmasi, kerja atau sekolah yang masih wajib. Namun semua kuliah pun digeser ke online melalui aplikasi zoom

“Yang keluar tanpa alasan jelas akan didenda 16 Juta Rupiah. Ini cukup efektif sih, soalnya melihat grafik australia yang turun. Awalnya sempat 500 hari perkasus sekarang hanya sekira 100an,” terang Eilin kepada media ini melalui pesan singkat ponselnya. Rabu (8/04/2020) malam.

Menurut alumni SMA Cita Hati (West) Citraland ini, KJRI juga terus memberi informasi kepada seluruh warga Indonesia di Melbourne tentang apa yang harus dilakukan dan lain lain.

Atas kebijakan tegas dari Pemerintah Australia, Putri Vinsensius Awey anggota DPRD Surabaya periode 2014-2019 ini mengabarkan jika saat ini grafiknya terus menurun.

“Sekarang Australia kasus 6.013 yang meninggal 50. Sebagai mahasiswa indo di negri orang tentunya ada ketakutan, tapi kalau pulang indo juga kita bisa menjadi carrier. Tidak tau kita sudah terkena atau nggak, takut menularkan ke orang Indonesia makanya kita karantina diri dirumah, ini hampir memasuki minggu ke 3 saya WFH,” pungkasnya. (q cox)

Reply