Bersama Kemenkes dan BNPB, ITS Siagakan Inovasi Penanganan Covid-19

SURABAYA (Suarapubliknews) – menggandeng Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memaparkan berbagai langkah yang telah ditempuh dalam web seminar (webinar) bertema Peran Perguruan Tinggi dalam Menanggulangi Covid-19,

Menteri Kesehatan (Menkes) Letjen TNI (Pur) Dr dr Terawan Agus Putranto SpRad mengatakan alam upaya menghadapi Covid-19 ini bukan masalah medis saja, tetapi juga masalah multisektoral dan kerja nyata yang telah ditunjukkan oleh ITS sangat luar biasa.

“Saya bangga karena bagaimanapun, saya menjadi bagian keluarga besar ITS ini. Saya sebagai menteri akan memanfaatkan dalam membantu secara promotif, preventif, kuratif, maupun rehabilitatif,” katanya.

Menanggapi adanya inovasi-inovasi yang dimiliki ITS, Terawan mengaku sangat bangga dengan apa yang ITS usahakan bagi penanganan Covid-19 ini. “Saya sangat bangga dan saya sangat bersyukur melihat etos semangat motivasi yang menunjukkan kegotong-royongan yang luar biasa,” ungkap alumnus Universitas Airlangga itu.

Terawan bahkan mendorong ITS untuk memodifikasi inovasinya dengan memanfaatkan gelombang suara untuk mengendalikan virus dan berpesan bahwa semua kerja keras ini harus dilandasi dengan kegotong-royongan. “Kita bisa menghadapi semua kesulitan ini dengan penuh optimisme, sehingga kita bisa menghadapi pandemi dengan baik,” tandas dokter spesialis radiologi tersebut.

Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng mengatakan  beberapa kontribusi yang sudah dilakukan ITS sejak dimulainya masa perkuliahan daring pada 16 Maret lalu. Dalam mengawasi dan memastikan kondisi mahasiswanya, ITS membuat pemetaan daring secara reguler melalui survei. “Kita punya jurusan apa di mana titiknya, fakultas apa di mana lokasinya, di Jakarta dan semuanya, kita semua punya,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, ITS juga memiliki tiga pilar dalam penanganan Covid-19 yaitu berbasis teknologi, mengutamakan kesehatan publik, dan membantu ekonomi nasional. Ashari menjelaskan, ada tiga masa orientasi penanggulangan Covid-19 yang menjadi strategi ITS. Pertama adalah masa Covid-19, kedua adalah masa New Normal, dan ketiga adalah orientasi masa depan.

Dalam merealisasikan strategi di masa Covid-19, ITS memproduksi 28 produk untuk menanggulangi Covid-19. Salah satu di antaranya adalah robot bernama Robot Medical Assistant ITS-Unair (RAISA). Robot RAISA ada tiga jenis, yang pertama sebagai asisten tenaga medis, terdiri dari empat rak dengan beban maksimum 50 kilogram. Kedua, robot untuk bertugas di ruang Intensive Care Unit (ICU), dan ketiga yang bertugas di ruang High Care Unit (HCU) yang dilengkapi disinfektan untuk mensterilkan ruangan dan Alat Pelindung Diri (APD).

Perwakilan BNPB Lilik Kurniawan mengharapkan supaya ITS bisa menjadi kampus tangguh Covid-19. Karena, menurutnya, Covid-19 tidak hanya berdampak pada masalah kesehatan, tetapi juga pada pengamanan sosial sampai masalah ekonomi. “Dampak dari Covid-19 sudah mulai merambah pada darurat sosial dan darurat ekonomi, sampai menimbulkan kemiskinan baru dan hibernasi ekonomi,” katanya.

BNPB juga mengharap dukungan dari setiap sendi-sendi masyarakat dan ITS agar bisa menjalankan semua protokol kesehatan. Sebagai kampus teknologi, Lilik juga mendorong ITS menjadi kampus tangguh bencana untuk dapat melindungi semua sivitas akademika dan melanjutkan kontribusi-kontribusi seperti pembuatan RAISA dan Violeta. “Kita harus satu komando di mana lokomotif kita adalah Pak Jokowi (Presiden RI, red) dan saya berharap kita saling bersinergi,” tandas Lilik. (q cox, tama dinie)

Reply