Bersama UCL, ITS Kembangkan Riset untuk Atasi Permasalahan Maritim

SURABAYA (Suarapubliknews) – Bidang kemaritiman sebagai salah satu sektor utama pembangunan ekonomi Indonesia juga terkena pembatasan aktivitas yang besar selama pandemi Covid-19.

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) bersama dengan University College London (UCL) mengembangkan riset terkait pengoptimalan aktivitas kemaritiman.

Pembatasan aktivitas dan jumlah penumpang kapal dimaksudkan untuk mencegah penyebaran Covid-19 semakin meluas. Bagi para nelayan, berkurangnya kru kapal akan mengurangi jumlah tangkapan ikan, sehingga nilai jual ikan dan pendapatan para nelayan terus menurun. Sementara itu, perusahaan kapal juga kesulitan mengembangkan bisnisnya karena jumlah penumpang kapal yang berkurang lebih dari setengahnya.

Bertajuk Ensuring the Safety of Indonesian Seafarers and Fishers in the Time of Covid-19 and Beyond, proyek riset ini dimulai sejak Maret 2021 lalu dan diresmikan dalam acara Kick-Off Meeting yang dilaksanakan secara virtual. Riset ini mendapat dukungan penuh dari PT Orela Shipyard, Kementerian Perhubungan RI, Newton Funding, dan beberapa perusahaan pelayaran di Indonesia.

Anggota tim riset terdiri dari Prof Giles Thomas dari UCL, beberapa sivitas akademika ITS yaitu Prof Ir I Ketut Aria Pria Utama MSc PhD, Dony Setiawan ST MEng, dan Soegeng Riyadi ST MT MRINA serta Dr Ir Wolter Roberth Hetharia MAppSc dari Universitas Pattimura. Tak lupa juga dua mahasiswi Departemen Teknik Perkapalan ITS yaitu Dita Adhelia dan Afifah Rofidayanti yang tergabung sebagai asisten.

Direncanakan berlangsung selama dua tahun hingga Februari 2023, proyek ini memiliki target keluaran untuk mengembangkan panduan operasi kapal komersial dan kapal penangkap ikan yang aman dan ekonomis.

Namun dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan serta mengembangkan teknik pemantauan jarak jauh yang baru dengan menggunakan sensor, machine learning, dan algoritma. “Bisa memantau hal-hal dasar seperti penggunaan bahan bakar, lokasi, dan masih banyak lagi,” papar Prof Giles Thomas.

Sementara itu, Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, Kerjasama, dan Kealumnian ITS Bambang Pramujati ST MScEng PhD berharap bahwa proyek ini bisa berjalan lancar dan dapat mencapai semua tujuannya. “Proyek yang dikerjakan bersama pihak internasional ini nantinya juga diharapkan mampu mengantarkan ITS menjadi world-class university,” tegasnya. (q cox, tama dinie)

Reply