Bertemu 108 Mahasiswa Luar Daerah Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka, Wali Kota Eri Cahyadi Ajak Turun ke Masyarakat

SURABAYA (Suarapubliknews) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyambut kehadiran pertukaran Mahasiswa Merdeka yang datang dari perguruan tinggi di berbagai daerah, Sabtu (10/9/2022). Dalam pertemuan ini, Wali Kota Eri Cahyadi didampingi oleh Dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Amien Widodo, memberikan semangat sekaligus mengenalkan Kota Surabaya kepada para mahasiswa di halaman Taman Surya.

Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, Pertukaran Mahasiswa Merdeka ini bisa dijadikan kesempatan untuk belajar dan memberikan masukan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) agar Surabaya semakin baik ke depannya. “Jadi ada banyak hal yang bisa adik – adik mahasiswa lihat di Surabaya. Masukan untuk Kota Surabaya bisa disampaikan, begitu pula dengan hal baik yang ada di kota ini. Itu bisa dibawa untuk diaplikasikan di daerahnya masing – masing,” kata Wali Kota Eri.

Wali Kota Eri Cahyadi menjelaskan, bahwa pemkot sangat terbuka dalam menerima masukan dari mahasiswa atau perguruan tinggi. Bahkan, saat ini pemkot berjalan beriringan dengan perguruan tinggi dalam menangani berbagai permasalahan di Surabaya.

Wali kota yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu menerangkan, mulai dari masalah stunting, penyelesaian administrasi kependudukan (adminduk), pendidikan dan sebagainya, pemkot melibatkan mahasiswa dan perguruan tinggi. “Jadi mahasiswa itu turun, sampai di sekolah – sekolah, penanganan Covid-19 di Surabaya, itu juga melibatkan mahasiswa. Sampai pernah ada mahasiswa yang jadi sopir ambulan dan saat itu membawa pasien Covid-19,” ujar Cak Eri.

Kolaborasi antara pemkot dengan mahasiswa dan perguruan tinggi itu tujuannya adalah untuk membangun dan memberikan masukan dalam membangun Kota Surabaya. Selain itu, juga memberikan kesempatan dan pengalaman kepada mahasiswa untuk berkarya di lingkup Pemkot Surabaya.

“Jadi panjenengan nanti ketika lulus, bisa memberikan dampak yang baik kepada masyarakat. Maka dari itu ayo jadi mahasiswa harus turun, jangan takut,” tutur Cak Eri.

Cak Eri Cahyadi bercerita semasa dirinya menjadi mahasiswa, saat itu ia menjadi aktivis pada tahun 1998. Meskipun ikut dalam kegiatan di luar kampus, ia mengaku tetap menjalankan kewajibannya sebagai mahasiswa disamping itu dia bisa dekat dengan masyarakat.

“Sebagai aktivis dijalankan, kuliah ya tetap dijalankan. Maka dari itu, harus berjalan beriringan biar dapat ilmunya dan jadi aktivis agar kita terlatih dekat dengan masyarakat,” sebutnya.

Menurutnya, sebagai mahasiswa harus punya jiwa idealis untuk kepentingan masyarakat dan itu harus ditanamkan di dalam diri masing – masing. “Karena pada saat saya menjadi mahasiswa, hanya mementingkan umat, idelais itu selalu saya pegang sampai saat ini ketika menjadi wali kota,” tegasnya.

Sementara itu, Dosen Teknik Geofisika ITS, Amien Widodo mengatakan, Pertukaran Mahasiswa Merdeka ini adalah bagian dari program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud – Ristek) Republik Indonesia. Dalam kesempatan ini, ITS berkesempatan menjadi tuan rumah dan menyediakan tempat serta waktu untuk Pertukaran Mahasiswa Merdeka.

“Kali ini kita menerima mahasiswa dari luar pulau Jawa, dalam kesempatan ini kami menerima 108 mahasiswa dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Mulai dari Aceh, Gorontalo, Papua, Makassar, dan masih banyak lainnya,” kata Amien.

Salah satu mahasiswa asal Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Informatika & Teknik Komputer (STMIK) Agamua, Wamena, Papua, Abelia Wanimbo mengaku senang bisa berkunjung di Kota Surabaya. Dalam pertukaran pelajar ini, ia mengaku, banyak ilmu dan pengalaman yang didapat selama mengikuti program Pertukaran Mahasiswa tahun ini.

Bahkan, ia sangat senang bisa bertemu langsung dengan Wali Kota Eri Cahyadi di halaman Balai Kota Surabaya. Menurutnya, sosok Wali Kota Eri adalah sosok pemimpin muda yang luar biasa. “Sangat luar biasa Kota Surabaya, senang bisa bertemu Pak Eri Cahyadi,” pungkasnya. (Q cox)

Reply