Pemerintahan

BPOM Gandeng Pemkot Surabaya Beri Penyuluhan Pedagang Pasar Soal Keamanan Pangan

47
×

BPOM Gandeng Pemkot Surabaya Beri Penyuluhan Pedagang Pasar Soal Keamanan Pangan

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memberikan penyuluhan kepada para pedagang pasar soal keamanan pangan. Kegiatan ini salah satunya bertujuan untuk menjamin keamanan dan mutu pangan olahan yang beredar di masyarakat.

Seperti yang berlangsung pada Jumat, 21 Juli 2023, BPOM bersama Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopumdag) Surabaya, memberikan penyuluhan kepada pedagang Pasar Nambangan atau Pasar Tanah Kali Kedinding. Kegiatan penyuluhan ini juga melibatkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya.

Sub Koordinasi Sarana Prasarana Perdagangan, Dinkopumdag Kota Surabaya, Ferrida menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan salah satu inovasi pemkot dalam pemberdayaan masyarakat. Terutama pemberdayaan terhadap para pedagang di pasar rakyat.

“Jadi beberapa inovasi salah satunya ada pelatihan penyuluhan tentang keamanan pangan. Di samping itu, kita juga sudah kerjasama dengan Grab terkait dengan pemasarannya, pengangkutannya dan sebagainya,” kata Ferrida usai kegiatan penyuluhan di Pasar Nambangan, Jumat (21/7/2023).

Ia menjelaskan, bahwa ada beragam pedagang yang menjual makanan di Pasar Nambangan Surabaya. Seperti di antaranya, ikan asin hingga terasi. Karenanya, melalui penyuluhan ini diharapkan tidak ada pedagang yang menjual makanan mengandung bahan pengawet dilarang.

“Karena itu jangan sampai mengandung bahan kimia yang sangat dilarang. Dan itu juga nanti ujung-ujungnya ke anak-anak kita, generasi muda. Jadi itu salah satu upaya kita untuk supaya generasi penerus kita sehat, maka kita harus pastikan keamanan pangan di pasar,” ujarnya.

Menurutnya, penyuluhan soal keamanan pangan tersebut, tak hanya berlangsung di Pasar Nambangan Surabaya. Bahkan, sebelumnya, penyuluhan juga gencar dilakukan Dinkopumdag bersama Dinas Kesehatan dan BPOM Surabaya menyasar sejumlah pasar rakyat lainnya.

“Kita kerjasama dengan Dinas Kesehatan dan BPOM sering melakukan sosialisasi. Dan sosialisasi tidak hanya di pasar ini. Tapi memang pilot project kita sementara di Pasar Nambangan,” jelasnya.

Ia juga menyatakan, bahwa Pasar Nambangan Surabaya sudah sesuai dengan standar pasar rakyat. Dimana pasar ini telah didukung dengan sarana prasarana yang memadai hingga sejumlah fasilitas pendukung. “Karena memang pasarnya sudah bagus, tinggal kita SDMnya dari pasar ini kita kelola dengan baik,” tuturnya.

Pihaknya berharap, kegiatan penyuluhan soal keamanan pangan ini bisa terus berkelanjutan bersama BPOM Surabaya. Karena menurutnya, pedagang di setiap pasar tentu memiliki SDM yang berbeda-beda. “Jadi tidak hanya kita teori terus, tapi kita juga harus ada pengawasan dan sosialisasi terus menerus sampai mereka (pedagang) bisa menerapkan higienis itu,” tambahnya.

Sementara itu, Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda, BPOM Kota Surabaya, Arfita Ayuningtyas menyampaikan sejumlah paparan materi penyuluhan yang disampaikan kepada para pedagang di Pasar Nambangan.

Seperti diantaranya, terkait dengan keamanan pangan yang disampaikan oleh BPOM. Kemudian, berkaitan dengan higiene sanitasi untuk fasilitas di pasar, disampaikan oleh Dinas Kesehatan. Dan terakhir, terkait dengan tata kelola pasar yang disampaikan Dinkopumdag Surabaya.

“Selain penyuluhan, kita juga sebelumnya melakukan kampanye pasar untuk pengunjung pasar. Jadi kita jelaskan di sana, keamanan pangan seperti apa, makanan yang aman seperti apa,” kata Arfita.

Karenanya, pihaknya berharap, kegiatan penyuluhan soal keamanan pangan ini, dapat menambah pengetahuan baik kepada para pedagang maupun pengunjung di Pasar Nambangan. “Sehingga secara sadar (pedagang) mau menjual produk yang hanya aman saja,” harapnya.

Ia juga menambahkan, bahwa terdapat sejumlah catatan dari hasil pengujian yang dilakukan BPOM di Pasar Nambangan. Sejumlah catatan itu pun langsung disampaikan ke pihak pengelola pasar dan dilakukan edukasi kepada para pedagang. “Kita harapkan ke depannya sudah ada perubahan sikap dan perilaku untuk tidak lagi misalnya menyediakan atau menjual makanan yang tidak aman,” pungkasnya. (Q cox)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *