Bupati Kediri Minta Kader PKK Aktif Sosialisasi dan Lakukan PSN

KEDIRI (Suarapubliknews) – Bupati Kediri dr Hj Haryanti Sutrisno apresiasi seluruh kader PKK sekaligus mengingatkan agar selalu aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Pernyataan ini disampaikan Bupati di  puncak acara Hari Kesatuan Pembina Kesejateraan Keluarga (PKK) ke 47 Tahun 2019 di Pendopo aula Kabupaten Kediri

“Di hari Hari Kesatuan (PKK) dari seluru indonesia ini dan khususnya di Kabupaten Kediri saya ucapkan terimakasih atas tugas mulianya,” Ujar dr Hj Harianti. Rabu (6/3/2019)

Menurut Bupati, tugas PKK itu mulai dari monitoring ke Desa-Desa dan Sekolahan hingga kegiatan UMKM, namun untuk saat ini minta agar lebih fokus ke pemberantasan sarang nyamuk, mengingat meningkatnya wabah DBD

Bupati juga mengataka jika pada tahun 2018 adalah tahun ketiga mendapatkan Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (BOP-PAUD) yang jumlah muridnya lebih dari 20 anak.

“Bantuan itu diberikan agar bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh anak-anak dalam proses belajar agar bakat mereka dapat tersalurkan,” Terang dr Hj Harianti

Di kesempatan yang sama, Ketua TP-PKK Hj. Rosyida Masykuri menjelaskan bahwa salah satu tujuan digelarnya resepsi ini adalah untuk meningkatkan dan memotivasi kader-kader PKK untuk lebih baik lagi dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.

Dikethaui, tema peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK tahun ini adalah ‘Gerakan Hidup Bersih dan Sehat’, yang mengandung pesan untuk selalu menjaga kesehatan lingkungan, diawali dari kelompok yang terkecil yaitu keluarga.

“Tujuan ini kita bisa membantu pemerintah untuk tidak menambah jumlah angka stunting dan mensukseskan program masyarakat hidup sehat,” kata Rosyida.

Rosyida berharap kesempatan berkumpul ini bisa menghidupkan kembali UP2K-PKK (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga) yang sudah tidak berjalan dengan dukungan dari bapak pembina yang ada di desa sangatlah kami harapkan,

“Karena kegiatan ini penting dalam rangka mensejahterakan masyarakat utamanya menekan angka kemiskinan,” pungkas Rosyida Masykuri. (q cox, Iwan)

Reply