Camilan Kripik Pelepah Pisang Produksi UKM Kediri Tembus ke Pasar Manca Negara

KEDIRI (Suarapubliknews) – Produksi camilan kripik rumahan yang terbuat dari pelapah pisang asal Desa Doko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri laris di pasaran lokal bahkan kini bisa merambah hingga luar negeri

Lilik Rahayu selaku pemilik produksi camilan kripik pelapa pisang mengaku, jika hasil produksi camalinnya telah dijual ke negara tetangga seperti
Singapura, Thaliland dan Hongkong

“Ide ini muncul saat saya membuat camilan tembe goreng medoan yang dibungkus daun pisang, dari situlah muncul ide tersebut untuk memanfaatkan pelapah pisang,” Ucap Lilik Rahayu kepada reporter media ini. Minggu (22/11/2020)

Menurut Lilik, soal rasa bisa diadu dengan kripik lainya, karena kripik hasil produksinya kini dengan beberapa varian rasa, yakni original, jagung bakar, keju, balado, BBQ, dan sate panggang.

“Untuk pasaran harga, kripik pelapah pisang saya bandrol dengan harga Rp 65 Ribu per kilogram, sedangkan yang ukuran 250 Gram seharga Rp 20 Ribu,” jelas Lilik Rahayu

Pemilik Produsen asal Desa Doko ini menceritakan, jika sebelumya usahanya hanya bermodal Rp 300 Ribu, bahkan dari usahanya, kini dia bisa memperkerjakan 15 Orang lansia yang bisa memproduksi 25 Kg kripik pelapah pisang per hari.

“Usaha ini juga sudah diterima oleh komunitas produsen kripik khusus Indonesia, jika ada yang berminat bisa langsung datang ke tempat kami,” Pungkasnya. (q cox, Iwan)

Reply