PeristiwaPolitik

Cegah Anak Putus Sekolah, PDIP Surabaya Bagikan PIP Puti Guntur Soekarno

63
×

Cegah Anak Putus Sekolah, PDIP Surabaya Bagikan PIP Puti Guntur Soekarno

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) – PDI Perjuangan Kota Surabaya mendistribusikan penerima beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP), yang digolkan dari jaring aspirasi Puti Guntur Soekarno, anggota Komisi 10 DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan.

Puti Guntur, politisi PDI Perjuangan, dari Dapil Surabaya – Sidoarjo. Cucu Bung Karno gigih memperjuangkan akses pendidikan, terutama bagi warga tidak mampu. Pembagian beasiswa PIP diikuti para orangtua penerima manfaat.

“PIP adalah program pemerintahan Presiden Jokowi, yang dikelola Kementerian Pendidikan Nasional. Dijaring Ibu Puti Guntur Soekarno melalui kader-kader PDI Perjuangan untuk memperkuat akses pendidikan bagi pelajar-pelajar dari keluarga tidak mampu,” kata Adi Sutarwijono, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya.

“Program pembangunan Presiden Jokowi telah dirasakan warga masyarakat, seperti pemberian PIP. Maka, PDI Perjuangan mengajak masyarakat untuk menjaga keberlanjutan program-program pemerintahan Presiden Jokowi di masa depan,” kata Adi.

Pembagian PIP dimulai dari Kecamatan Tambaksari, Sabtu kemarin malam. Dihadiri Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Baktiono, yang juga Ketua Komisi C bidang pembangunan DPRD Kota Surabaya. Juga Ketua PAC PDIP Kecamatan Tambaksari Arif Wirawan dan para kader banteng.

Kemudian Minggu, esok harinya, berlanjut ke Kecamatan Mulyorejo dan Asemrowo, lalu Krembangan dan Sukomanunggal. Dihadiri Wakil Wali Kota Surabaya Armuji dan Tenaga Ahli Puti Guntur Soekarno, Aliyudin dan Rizal.

Hadir pengurus PDI Perjuangan lainnya, yakni Hadrean Renanda, Anas Karno, Achmad Hidayat, Hamid dan Agus Basuki, Heri Budi Santoso, Hariaji dan Triyarso.

“PDI Perjuangan sangat concern untuk memperkuat akses pendidikan bagi masyarakat, terutama kalangan wong cilik, kaum marhaen. Kader-kader banteng terus melakukan pendampingan pendidikan dan mencegah anak-anak pelajar putus sekolah. Di pihak lain, kita bersama-sama melahirkan generasi-generasi terpelajar yang akan memimpin Indonesia di semua bidang, di masa depan,” kata Adi.

Di Kota Surabaya telah diformulasikan sejumlah kebijakan pemerintahan oleh Wali Kota Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Armuji yang berbasis kebutuhan warga masyarakat. “Seperti pendidikan gratis untuk jenjang SD Negeri dan SMP Negeri, juga pemberian seragam gratis untuk pelajar tidak mampu, dari sekolah negeri maupun swasta,” kata Armuji.

“Untuk jenjang SMA dan SMK, Pemkot Surabaya telah mengintervensi pembiayaan pelajar melalui pemberian beasiswa pemuda tangguh. Tahun ini, satu bulan mendapat Rp 200 ribu per orang tiap bulan,” kata Armuji.

“Kita jaga jenjang pendidikan dari anak-anak Surabaya, supaya dapat terus berlanjut ke level yang paling tinggi. Jangan sampai ada yang putus sekolah,” kata Armuji.

Tahun ini, PDI Perjuangan Kota Surabaya berhasil menjaring 6.152 penerima manfaat PIP, kebanyakan dari keluarga tidak mampu di level SD, SMP, SMA dan SMK.

Pada jenjang pelajar SD, penerima manfaat PIP mendapatkan Rp 450 ribu satu tahun. Jenjang SMP Rp 750 ribu dan jenjang SMA/SMK Rp 1 juta. “Semua harus seratus persen untuk keperluan pendidikan putra-putrinya,” kata Baktiono.

Dikatakan, kader-kader PDI Perjuangan Kota Surabaya sangat gigih memperjuangkan kemudahan akses pendidikan bagi warga masyarakat, terutama lapisan tidak mampu.

“Kita berterima kasih kepada Ibu Puti Guntur Soekarno, cucu Sang Proklamator Bung Karno, yang telah berupaya keras dan memperjuangkan PIP bisa diterimakan warga masyarakat di Surabaya. Ibu Puti Guntur Soekarno juga gigih memperjuangkan berbagai kebijakan pemerintahan di bidang pendidikan yang berpihak pada nasib wong cilik, kaum marhaen,” kata Baktiono.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *