Cegah Munculnya Klaster, PN Surabaya Gelar Rapid Tes Mandiri Pasca Lebaran Kurban

SURABAYA (Suarapubliknews) – Perayaan Idul Adha tahun 2020 berlangsung cukup meriah, terutama di beberapa daerah yang tingkat religinya cukup tinggi, meski secara nasional penyebaran wabah covid-19 masih belum terkendali secara maksimal, termasuk di wilayah Kota Surabaya.

Menurut keterangan Martin Ginting, Humas Pengadilan Negeri Surabaya, perayaan Idul Adha juga diperingati oleh aparatur PN Surabaya yang melakukan mudik ke kampung halaman di wilayah dekat Kota Surabaya yang kemungkinan juga berbaur di keramaian masyarakat.

Oleh karenanya, DR. Joni, SH.MH selaku pimpinan PN Surabaya mengambil kebijakan tes rapid massal ke seluruh staf dan jajarannya, sebelum memulai aktifitas kantor pasca lebaran Idul Adha di hari pertama.

“Untuk mengantisipasi penyebaran virus yang mungkin terbawa dari luar oleh aparatur, maka di hari kerja pertama hari ini pimpinan PN Surabaya melakukan rapidtest secara mandiri terhadap seluruh aparatur PN termasuk tenaga honor,” terang Martin Ginting melalui Press Release resminya.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran covid 19 dan mencegah adanya klaster virus di tempat kerja (perkantoran-red), agar masyarakat pengguna jasa PN SBY tetap terantisipasi dalam pencegahannya atau guna memutus mata rantai penyebaran virus di PN Surabaya.

Pasalnya, pada tahun ini warga PN Surabaya tidak melakukan kurban di kantor, tetapi diarahkan ke wilayah tempat tinggalnya masing-masing.

“Karena mencegah penumpukan massa saat pemotongan hewan qurban di PN Surabaya. Rapid dilakukan terhadap 300 an orang,” pungkasnya. (q cox)

Reply