Dewan Pendidikan Surabaya Geber Monev PTM Terbatas Selama Sepekan

SURABAYA (Suarapubliknews) – Dewan Pendidikan Kota Surabaya (DPS) selama sepekan, sejak Senin (27/9/2021) hingga Jumat (1/10/2021), melaksanakan monitoring dan evaluasi (Monev) pelaksanaan Pertemuan Tatap Muka (PTM) terbatas di 20 Sekolah Dasar (SD) dan 14 Sekolah Menengah Pertama (SMP) bersama Pengawas dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya.

Dalam pelaksanaan Monev tersebut, beberapa indikator menjadi perhatian dalam persiapan untuk pelaksanaan PTM di Kota Surabaya, antara lain kedisiplinan guru, siswa dan tenaga kependidikan dalam menggunakan masker, jarak antar siswa dalam kelas, sampai perilaku siswa ketika memasuki kelas dan saat istirahat, Begitu juga kondisi siswa ketika berangkat dan pulang sekolah, apakah menggunakan kendaraan umum atau pengantaran.

“Kami menerapkan prosedur sesuai yang diberikan Dinas Pendidikan Kota Surabaya, antara lain menyediakan ruang tunggu siswa ketika menunggu jemputan sehingga tidak menimbulkan kerumunan. Begitu juga ketika siswa datang, harus ukur suhu badan, pakai masker, cuci tangan dan menggunakan hand sanitizer,” terang Endang Winarningsih, Kepala Sekolah SMP Taruna Jaya 1 Surabaya, Kamis (30/9/2021).

Menurut alumnus ITS itu, tidak ada kesulitan yang berarti dalam pelaksanaan PTM karena orang tua siswa juga mendukung semua aturan yang diberikan sekolah kepada siswa.

“Sekolah mengambil 76 siswa dari kelas 7, 8 dan 9. Dimana per kelasnya diisi 10 sampai 14 siswa tergantung besaran ruangan. Jarak antar meja siswa juga diatur minimal 1,5 meter,” terang pemimpin dari sekolah yang berdiri sejak 1986 itu.

BELUM SATU BAHASA

Di kesempatan terpisah ketika Monev berlangsung, Rabu (29/9/2021) di SDN Sukolilo 250 Kenjeran Surabaya, Kepala Sekolah Sri Soelistyawati, S.Pd, M.Pd, mengakui, ada kesulitan menghadapi orang tua siswa dalam pelaksanaan PTM ini, yakni orang tua siswa ada yang menolak anaknya untuk swab antigen yang dilaksanakan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan.

“Mereka memberikan ijin anaknya masuk PTM asal tidak usah diperiksa macam-macam (maksudnya swab antigen), tetapi kami tetap melaksanakan karena sudah dijadwalkan Puskesmas untuk swab, siswa, guru dan tenaga kependidikan,” tegas mantan guru di SDN Kedungcowek Surabaya itu.

Sedang di SDN Wonokusumo IV, terdapat satu siswa yang terpaksa dipulangkan kerena suhu tubuhnya ketika datang di sekolah berada pada posisi 38 derajat.

“Alat pengukur suhu berbunyi ketika mengukur suhu tubuh siswa tersebut, bahkan sampai lima kali pengukuran kita lakukan tetap berbunyi dan pada suhu 38. Akhirnya kami memulangkan siswa tersebut,” kata Kepala Sekolah Drs. Rudy Sugeng Prayitno.

Pada prinsipnya pelaksanaan PTM tidak ada masalah bagi sekolah yang menyandang predikat Adiwiyata Tingkat Jatim itu dan pihaknya telah melaksanakan prosedur sesuai yang diberikan Dinas Pendidikan Kota Surabaya. (q cox, Joe)

Foto by Wahjoe Harjanto

Reply