Dies Natalis ITS Kenalkan Kembali Dolanan Tradisional

SURABAYA (Suarapubliknews) – Kehidupan adalah hal yang dinamis, di mana perubahan pasti terjadi dari masa ke masa. Sebelum adanya gempuran perkembangan teknologi, kehidupan di masa lampau sangat kental dengan interaksi sosial.

Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng salah satu manifestasi dari interaksi sosial tersebut adalah permainan tradisional, permainan yang sarat akan nilai untuk menjunjung tinggi kebersamaan dan kerja sama.

Dewasa ini permainan tradisional mulai tergerus dan tergantikan dengan gawai. Hanya dengan satu perangkat gawai, pengguna dapat mengakses banyak hiburan seperti gim dan video animasi. “Sekarang anak-anak memilih menonton video di Youtube ketimbang bermain dan berinteraksi di luar bersama teman-teman,” katanya.

Hal ini yang melatarbelakangi Festival Dolanan Sepuluh Nopember. Dengan tujuan utama untuk mensosialisasikan dolanan tradisional pada generasi muda dalam rangka Dies Natalis ke-59 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

Koordinator Acara Festival Dolanan Sepuluh Nopember, Rizky Laksmi Wityasari ST mengatakan helatan ini adalah solusi tepat untuk menanggapi fenomena _generation gap_ ini.

“Acara ini terdiri dari tiga subevent yaitu kompetisi bentengan, kompetisi musik patrol, dan kompetisi gobak sodor. Selain itu, imbuhnya, ada juga stan-stan permainan tradisional seperti engklek, bekelan, lompat tali, dan banyak lagi yang disediakan panitia,” katanya.

Festival Dolanan ini sempat diadakan dua tahun yang lalu. Namun pada saat itu hanya sebatas mahasiswa dan alumni, atau internal ITS. Berbeda dengan tahun sebelumnya, Festival Dolanan 2019 kali ini mengizinkan masyarakat umum untuk turut berpartisipasi menjadi peserta kompetisi musik patrol dan siswa SMA menjadi partisipan pada kompetisi bentengan dan gobak sodor.

“Antusiasme ini terlihat pada banyaknya peserta yang meningkat dari tahun sebelumnya.

Sangat mungkin bahwa Festival Dolanan ini akan diadakan tahunan. Nanti kita (IKA ITS PW Jatim, red) akan mengkaji lebih lanjut soal rencana ini. Semoga bisa direalisasikan untuk Festival Dolanan menjadi acara tahunan,” pungkasnya. (q cox, tama Dinie)

Reply