DPRD Surabaya Desak Pemkot Lakukan Revitalisasi Tanggul Kali Lamong Sisi Selatan

SURABAYA (Suarapubliknews) – Komisi C DPRD Kota Surabaya mengingatkan Pemkot Surabaya agar segera melakukan revitalisasi tanggul Kali Lamong sisi selatan, karena sudah memasuki musim hujan, sementara yang sedang dikerjakan saat ini adalah sisi utara, tepatnya di sisi perbatasan Surabaya-Gresik

Desakan ini disampaikan Baktiono Ketua Komisi C DPRD Surabaya, karena mendapatkan laporan dari masyarakat setempat, jika tanggul Kali Lamong sisi selatan yang bersebelahan dengan pemukiman warga Sumber Jaya RW 3 Kelurahan Sumberejo Kecamatan Pakal, kondisinya telah ambles sepanjang 50 meter sejak tahun 2016.
.
Baktiono mengakui jika soal revitalisasi tanggul Kali Lamong sebenarnya urusannya Pemprov Jatim, namun karena sebagian tanggul Kali Lamongan masuk wilayah Surabaya, maka Pemkot Surabaya juga berkewajiban melakukan pembenahan.

“Kami hanya mengingatkan Pemkot Surabaya soal antisipasi banjir, dengan memperbaiki segera tanggul Kali Lamong yang jebol.” ujarnya kepada wartawan di gedung DPRD Kota Surabaya, Rabu (13/11/19).

Ia menjelaskan, soal revitalisasi Kali Lamong, Pemkot Surabaya sebenarnya sudah melakukan beberapa kali revitalisasi Kalo Lamong, namun tidak semuanya Pemkot Surabaya mencurahkan anggaran, pemikiran hanya untuk persoalan tanggul Kali Lamong.

Dirinya menambahkan, soal revitalisasi tanggul Kali Lamong yang berada di wilayah Surabaya, Pemkot Surabaya harus bersama-sama Pemprov Jatim memperbaiki tanggul Kali Lamong yang jebol di wilayah Surabaya Barat.

Bhaktiono mengakui, selama ini soal revitalisasi tanggul Kali Lamong kontribusi Pemprov Jatim sangat kecil, dibanding yang dikerjakan oleh Pemkot Surabaya.

Misalnya, ujar Baktiono, Pemkot Surabaya menggelontorkan dana Rp100 miliar untuk revitalisasi tanggul Kali Lamong, sementara Pemprov Jatim paling hanya 1% nya, atau cuma Rp1 miliar.

“Disparitasnya sangat jauh sekali, dan faktanya Pemkot Surabaya lebih banyak melakulan revitalisasi tanggul Kali Lamong.” ungkapnya. (q cox)

Reply