DPRD Surabaya Kampanyekan “Rakyat Move On”, Vinsensius Awey: Ayo Surabaya Bangkit

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Diakui maupun tidak, Vinsesius Awey anggota Komisi C DPRD Surabaya mengatakan bahwa kondisi wilayah Surabaya sangat berbeda, pasca insiden teror bom bunuh diri beberapa hari lalu.

Menurut dia, jalanan tidak lagi sepadat sebelumnya, demikian juga dengan pengunjung lokasi perbelanjaan yang tidak lagi ramai. Dia berpendapat bahwa kondisi ini akibat rasa takut yang muncul di tengah masyarakat.

Oleh karenanya, Awey meminta kepada seluruh masyarakat Kota maupun dari luar Kota Surabaya agar tidak lagi dihantui rasa takut dalam menjalankan aktifitasnya, karena seluruh aparat kemananan telah mengerahkan segala daya dan upayanya.

“Hilangkan rasa takut, kita harus move on, maka saya menggunakan tagline “Surabaya Bangkit”, karena diakui maupun tidak, dampak ekonominya sangat siginifikan,” ucap Awey saat ditemui media ini di ruang kerjanya. Sabtu (19/5/2018)

Politisi partai Nasdem ini meminta, agar momen Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada tanggal 20 Mei 2018, sekaligus dijadikan tonggak kebangkitan masyarakat Kota Surabaya dalam menata kembali perekonomiannya di segala lini.

“Surabaya harus kembali siap menjadi tuan rumah yang baik bagi agenda dan perhelatan acara tingkat nasional dan internasional, jangan ada lagi keraguan dan ketakutan,” tandasnya.

Namun demikian, lanjut Awey, segala daya dan upaya Wali Kota patut diapresiasi, hanya saja kita tidak boleh terus berduka, kehidupan ini terus berjalan, maka harus bisa segera mengembalikan suasana seperti sedia kala, yakni beraktifitas tanpa adanya rasa ketakutan.

“Pengamanan terus ditingkatkan, sehingga beberapa gedung dan ruang publik yang selama ini menjadi tempat berkumpulnya massa kembali menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi pengunjungnya, oleh karenanya dibutuhkan peran aktif masyarakat,” imbuhnya.

Masih Awey, kalau ada tanda-tanda, segera melapor, atau diingatkan sebisanya, tetapi jangan merasa khawatir yang berlebihan, lantas curiga kepada setiap orang yang mengenakan pakaian bernuansa agamis.

“Tingkatkan juga peran RT, RW, Siskamling, Pam Swakarsa dan masyarakat, karena mereka ini lebih bisa mengetahui prilaku warga di lingkungannya, sehingga deteksi dini itu bisa berjalan,” pungkasnya. (q cox)

Reply