Dudy Oris Mantan Vokalis Yovie and Nuno dan Warga Puji Karnaval Nang Tunjungan Surabaya

SURABAYA (Suarapubliknews) – Masyarakat Kota Surabaya mengapresiasi langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Surabaya dan Bank Jatim yang telah menggelar kegiatan “Karnaval nang Tunjungan”. Sebab, pada pagelaran acara tersebut, masyarakat disuguhkan berbagai hiburan menarik.

Kesuksesan Pemkot Surabaya dalam meramu kegiatan hiburan untuk masyarakat juga diakui mantan vokalis Yovie and Nuno, Dudy Oris. Yakni, salah satu penyanyi solo ibukota yang berasal dari kawasan Kecamatan Rungkut Kota Surabaya.

“Malam ini pertunjukkan yang luar biasa, acaranya sangat keren, antusiasmenya sangat luar biasa karena didukung oleh Pemkot Surabaya yang sangat luar biasa juga. Yang pasti teman – teman yang datang kesini hadir dengan penuh cinta. Jadi suasana aman dan nyaman, nggak ada rusuh karena Surabaya selalu penuh cinta,” ujar alumnus SMP Negeri 1 dan SMA Negeri 5 Kota Surabaya itu, Minggu (30/10/2022).

Senada dengan Dudy Oris, Tasya warga Kecamatan Bulak Kota Surabaya mengapresiasi Pemkot Surabaya karena kembali menggelar pesta hiburan bagi masyarakat Kota Pahlawan. Sebab, setelah vakum selama dua tahun akibat Covid – 19, masyarakat wadah untuk saling berinteraksi.

“Senang sekali karena sudah lama vakum akibat pandemi Covid -19. Lewat acara ini, kita bisa ketemu lagi dan menikmati acara ini. Pesta ini membahagiakan warga Surabaya,” kata Tasya.

Sama halnya dengan Risky warga Kecamatan Sukomanunggal Kota Surabaya. Sebab, menurutnya, lewat kegiatan “Karnaval nang Tunjungan” mampu menarik minat anak – anak muda di Kota Surabaya bisa mengenal berbagai produk UMKM untuk ikut terlibat dalam menggerakkan perekonomian.

“Senang sekali karena sudah rindu untuk menikmati hiburan di Surabaya. Semoga acara – acara seperti ini bisa diagendakan setiap tahun, khususnya kami anak – anak muda sangat mengapresiasi Pemkot Surabaya karena telah mengenalkan berbagai produk UMKM untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Risky.

Tak hanya masyarakat Kota Surabaya yang kagum dengan “Karnaval nang Tunjungan”. Sebab, salah satu mahasiswa pertukaran dari Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, Sekar Wangi mengaku bahwa kegiatan yang dibesut oleh Pemkot Surabaya, merupakan salah satu kegiatan edukasi dengan menampilkan beragam budaya.

“Saya mengetahui acara ini dari sosial media. Acara ini sangat menarik dan seru, karena ada budaya yang ditampilkan. Seperti memperkenalkan batik khas Surabaya, saya sangat bangga bisa menyaksikan pertunjukan yang digelar oleh Pemkot Surabaya,” pungkasnya. (Q cox)

Reply