Dukung Gerakan DBON Kemenpora, Launching POM, SPOP dan SPOPK

SURABAYA (Suarapubliknews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melaunching tiga program unggulan baru dari Dinas Pemuda dan Olahraga Prov. Jatim sebagai wujud nyata komitmen Pemprov Jatim dalam peningkatan kualitas atletnya. Ketiga program inovasi ini diharapkan bisa sejalan dengan tema besar yang diusung pemerintah pusat dalam Haornas 2021 kali ini, yaitu Desain Besar Olahraga Nasional atau DBON. Melalui DBON, diharapkan dapat mencetak atlet-atlet berprestasi bukan secara kebetulan melainkan atas desain.

“Tema Hari Olahraga Nasional tahun ini adalah Desain Besar Olahraga Nasional Menuju Indonesia Maju. Grand Design atau Desain Besar sendiri wujud pemikiran dan keinginan yang ingin dicapai di masa mendatang. Ini akan terwujud bila tekad dibulatkan, fokus, dan menyatukan semua sumber daya yang ada. Untuk itu, hari ini diluncurkan juga inovasi olahraga yaitu, SPOP, SPOPK dan POM yang merupakan bagian dari penguatan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON),” ungkapnya.

Program unggulan pertama yaitu POM atau Penggerak Olahraga Masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan angka partisipasi olahraga oleh masyarakat Jawa Timur. Rencananya, POM akan merekrut para sarjana olahraga untuk menjadi relawan dan ditempatkan di 167 Kecamatan di Jawa Timur.

Program unggulan yang kedua adalah SPOP atau Sentra Pembinaan Olahraga Pelajar. Program ini merupakan program pembibitan dan pengembangan olahragawan Jawa Timur yang menaungi 28 Cabor dengan 250 atlet dan 58 pelatih. SPOP merupakan implementasi konsep Long-Term Athlete Development yang bertujuan untuk menyiapkan atlet Jatim di Pekan Olahraga Pelajar Nasional.

Dan yang ketiga adalah SPOPK atau Sentra Pembinaan Olahraga Pelajar Khusus yang merupakan program pembibitan dan pengembangan olahragawan disabilitas Jawa Timur. Hampir sama dengan SPOP, SPOPK juga berkonsep Long Term Athlete Development yang bertujuan untuk menyiapkan atlet Jatim dalam Pekan Paralimpian Pelajar Nasional.

Melalui ketiga program inovasi tersebut, Gubernur Khofifah menaruh harapan besar untuk bisa melakukan breakdown secara detail olahraga prestasi, olahraga pendidikan hingga olahraga masyarakat yang telah menyatu di benak masyarakat Jawa Timur. Pengembangan olahraga sangat penting, pasalnya, prestasi olahraga suatu negara dapat dipandang sebagai indikator kualitas sumber daya manusia suatu negara. Hal ini sebab, bangsa yang mengembangkan sumber daya manusianya dengan baik pasti akan menghasilkan produk-produk unggulan, salah satunya dapat dilihat melalui kualitas atlet suatu bangsa.

“Prestasi olahraga adalah indikator kemajuan suatu bangsa, karena dapat menjadi indikator kualitas sumber daya manusia suatu negara. Bangsa yang memiliki sumber daya unggul pasti menghasilkan produk berkualitas. Artinya, prestasi olahraga memiliki korelasi terhadap daya saing suatu negara bangsa,” jelasnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo menyampaikan apresiasinya pada semua atlet dari berbagai kontingen yang akan berpartisipasi di PON XX. “Haornas ke-38 ini kita peringati dengan berbagai prestasi membanggakan. Saya sampaikan aresiasi dan terimakasih yang sebesar-besarnya bagi para atlet dan ketekutan pelatih yang mampu mengasah prestasi talenta hebat, sehingga mengharumkan nama bangsa melalui prestasi olahraga,” pujinya.

Presiden Jokowi mengajak pula seluruh pejabat yang terlibat untuk memberikan dukungan penuh dalam mengasah kemampuan atlet-atlet Indonesia. Juga, menciptakan ekosistem industri olahraga yang mengikuti perkembangan zaman dan globalisasi.

“Prestasi olahraga harus kita tingkatkan. Ini dihasilkan dari proses dan embinaan dari hulu ke hilir yang sistematis dan berkelanjutan. Untuk itu saya mengajak semua pemangku kepentingannuntuk bersinergi menciptakan ekosistem industei olahraga yang makin modern, menyelenggarkaan berbagai kompetinsi olahraga gang sehat dan memacu prestasi,” tambah Presiden Jokowi. (q cox, tama dinie)

Reply