Dukung UKM Surabaya Bangkit Pasca Pandemi, Shipper Berkolaborasi Dengan HIPMI Dalam SBF 2022

SURABAYA (Suarapubliknews) – Shipper berkolaborasi dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Surabaya memberikan program digitalisasi logistik dan pergudangan, pelatihan pengembangan UKM, serta bantuan modal pemasaran untuk mempercepat bangkitnya kembali UKM Surabaya melalui acara Surabaya Business Forum (SBF).

Co-Founder dan COO Shipper Budi Handoko mengatakan Surabaya sangat dikenal sebagai Kota Dagang dengan beragamnya skala bisnis dan industri. “Dengan semangat Shipper untuk memajukan UKM melalui integrasi sistem logistik nusantara termasuk di Surabaya, kami juga memberikan pelatihan pengembangan bisnis dan bantuan modal pemasaran untuk memudahkan UKM di Surabaya bangkit pasca pandemi dan memperluas pasar ekspor hingga pada akhirnya mempercepat pulihnya ekonomi lokal,” katanya.

Sejalan dengan tema SBF 2022 yang mengangkat Lokal Berdaya: Empowering Local Ecosystem to Create Global Entrepreneur, Shipper sudah membantu usaha retail melalui pengiriman barang untuk beberapa industri e-commerce dan agrikultur yang ada di Surabaya melalui gudangnya yang berlokasi di Margomulyo, Surabaya.

Gudang ini juga menjadi salah satu dari enam (6) gudang Shipper yang menerapkan standar halal untuk memfasilitasi pelaku industri yang memiliki produk untuk disimpan dan didistribusikan sesuai dengan standar halal. Teknologi logistik dan pergudangan Shipper juga memfasilitasi proses pengiriman secara menyeluruh (end-to-end) agar UKM lokal berkesempatan memperluas pasarnya ke global.

Pandemi Covid-19 sempat membuat aktivitas perekonomian UKM di Jatim lesu. Digitalisasi dipastikan dapat kembali meningkatkan penjualan UKM dan menggairahkan kembali ekonomi lokal. Untuk itu, Pemerintah Kota Surabaya menargetkan sebanyak 250.000 UKM Surabaya onboarding ke digital pada 2022.

Selain pendampingan untuk masuk ke ekosistem digital, banyak UKM yang juga membutuhkan bantuan pengembangan kualitas produk, penguatan kapasitas sumber daya manusia, perluasan akses pasar hingga permodalan.

“Kami mewadahi para UKM tidak hanya dengan digitalisasi logistik dan pergudangan untuk menjaga kualitas produk namun juga program pelatihan bisnis dan bantuan modal pemasaran. Sejauh ini jum 60% dari B2B, sisanya 40 % dari B2C didominasi dari sektor FMCG, F&B, otomotif, dan agrikultur yang menggunakan shared warehouse,” terang Budi.

Shipper memahami potensi SBF kali merupakan momen kebangkitan bagi UKM Surabaya untuk menumbuhkan cluster pengusaha menengah yang bernilai tambah, bersinergi, dan bermanfaat. Shipper ingin memberdayakan ekosistem lokal yang berorientasi ekspor, salah satunya dengan implementasi teknologi yang memberikan akses logistik dan pergudangan yang lebih luas dan merata bagi UKM di seluruh Indonesia termasuk Surabaya. (Q cox, tama dinie)

Reply