EducationUSA, Gratis Cari Informasi Pendidikan di US

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Tercatat sepanjang 2017 hingga 2018 sekitar 9 ribu mahasiswa Indonesia menempuh studi di Amerika Serikat. Dan ini meningkat sebesar 7 hingga 8 % selama 1 dekade belakangan.

Cultural Affairs Assistant EducationUSA Advicer, US Consulate General Surabaya, Yehezkie Tumewu mengatakan mahasiswa Indonesia berada ditingkat ke 19 dunia yang melanjutkan studi di negara Paman Sam tersebut.

“Sedangkan untuk di Asia Tenggara, Indonesia merupakan negara ke 2 terbanyak. Kami berharap dalam 5 tahun kedepan semakin banyak siswa yang melanjutkan pendidikannya di US dan menjadi yang pertama di Asia Tenggara,” katanya.

Untuk itu pihaknya menggelar talkshow dengan mendatangkan warga asli Surabaya, Olivia Grace Sutanto, alumnus Institut Teknologi Rochester – New York, yang sekarang bekerja sebagai Interaction Designer di Google.

“Kami ingin pelajar di Indonesia, khususnya Surabaya termotivasi untuk melanjukan pendidikan di US. Kami melalui EducationUSA siap membantu pelajar untuk memberikan informasi tentang pndidikan di US, bagaimana prosesnya hingga keberangkatan secara gratis,” lanjut Yehezkie.

Consul General Mark McGovern mengatakan prioritas utamanya adalah memperkuat kemitraan antara Amerika Serikat dan Indonesia. Salah satu cara paling berarti untuk melakukan ini adalah melalui pendidikan.

“Pendidikan adalah investasi masa depan suatu negara, dan dapat memiliki dampak besar terhadap pembangunan negara. Selain itu, pendidikan juga dapat memperkuat ikatan sosial dan ekonomi antara kedua negara kita,” katanya.

EducationUSA yang berbasis di Konsulat Surabaya membantu orang Indonesia semudah mungkin untuk belajar di Amerika Serikat. Melalui program EducationUSA, mulai dari bagaimana memilih universitas yang tepat, mengirimkan aplikasi yang kuat, dan mengidentifikasi beasiswa.

“Yang terbaik dari semuanya, layanan ini gratis. Saya mendorong setiap siswa yang tertarik untuk menghubungi penasihat kami untuk membuat janji,” tegas McGovern.

Dalam kesempatan yang bertajuk The Jourey From Surabaya To Google, Interaction Designer Google asal Indonesia, Olivia Grace Sutanto berbagi pengalaman bagaimana Ia memulai kuliah di US hingga akhirnya diterima Google seusai lulus.

“Kuncinya adalah niat, berani mandiri dan kreatif. Di US berbeda dengan Indonesia, mahasiswa yang harus berinisiatif dan aktif, karena dosen disana tidak peduli kamu mengerjakan tugas atau tidak,” katanya.

Olivia merupakan salah satu dari 80 oarang Indonesia yang diterima bekerja di Google. Dan pada 2018, Ia merupakan satu dari 3 web desaigner yang membuat tampilan baru pada google translate. (q cox, Tama Dinie)

Reply