Empati Keluhan Wali Murid soal PPDB Zonasi, PDIP Surabaya Desak Walikota Lakukan Diskresi

SURABAYA (Suarapubliknews) – Kisruh akibat penerapan PPDB sistem zonasi di Kota Surabaya tak terbendung, karena para orang tua murid sengat mengkhawatirkan anaknya tidak mendapatkan bangku sekolah.

Kondisi ini mendapatkan empati dari Whisnu Sakti Buana Ketua DPC PDIP Surabaya yang saat ini menjabat Wakil Wali Kota Surabaya, meski dirinya sangat memahami bagaimana perasaan para orang tua murid yang kondisinya sedang resah bahkan emosi.

“Saya turut berempati. Namun harus tenang, jangan emosi. Apalagi sampai turun ke jalan. Malah justru rawan ditunggangi pihak tak bertanggung jawab,” tutur Whisnu Sakti Buana. Kamis (20/06/2019).

Selaku Ketua DPC PDIP Surabaya, WS-sapaan akrab Whisnu Sakti Buana berharap agar Walikota Surabaya Tri Rismaharini segera mengambil langkah strategis, terkait kisruh PPDB sistem zonasi.

“Bu Risma kami sarankan untuk melakukan diskresi terhadap aturan tersebut. Demi meredam protes orang tua wali murid,” harapnya.

Karena menurutnya, kebijakan diskresi harus dilakukan, mengingat kondisi depresi orang tua wali murid dalam menyikapi aturan zonasi hingga saat ini.

“Jika kondisi ini terus dirasakan (orang tua), kasihan. Mereka harus tertekan. Meski nilai anak mereka bisa diterima, namun harus kalah lantaran penerapan zona,” ujar pria yang disebut –sebut menjadi calon kuat sebagai pengganti Risma di posisi Walikota ini. (q cox)

Reply