Fakultas Ilmu Alam ITS Berganti Nama Fakultas Sains

SURABAYA (Suarapubliknews) – Mewujudkan sebagai universitas bereputasi internasional atau World Class University, salah satu fakultas di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, yakni Fakultas Ilmu Alam kini telah berganti nama menjadi Fakultas Sains

Dekan Fakultas Sains, Prof Dr rer nat Agus Rubiyanto M Eng Sc mengatakan bahwa pergantian nama Fakultas Ilmu Alam menjadi Fakultas Sains tersebut berdasarkan Peraturan Rektor Nomor 7 Tahun 2018.

“Fakultas Sains sendiri adalah satu dari 10 fakultas di lingkungan ITS yang memiliki perjalanan panjang dalam sejarah kampus pahlawan ini. Perubahan nama dilakukan demi menyelaraskan tujuan bersama yang diusung oleh fakultas,” katanya.

Menurut Agus, perubahan nama fakultas yang merupakan perpecahan dari Fakultas Ilmu Alam dan Matematika (FMIPA) menjadi Fakultas Ilmu Alam ini dinilai tidak cocok dengan nomenklatur dunia.

“Apalagi kampus ITS sedang menuju standard World Class University. Sehingga ITS seharusnya mengikuti penamaan yang kebanyakan berlaku di universitas internasional. Fakultas Ilmu Alam itu lebih identik dengan Fisika saja, oleh sebab itu perlu adanya pergantian nama,” paparnya.

Selain itu, hal tersebut juga didukung para guru besar dari departemen yang dinaungi Fakultas Ilmu Alam. Rapat untuk membahas tentang perubahan nama fakultas pun digelar yang dihadiri para guru besar, dekan dan jajaran lainnya.

Jika melihat nomenklatur dunia, maka Fakultas Sains yang lebih cocok digunakan. Di Indonesia sendiri, selain ITS, yang sudah menggunakan nama Fakultas Sains adalah Institut Teknologi Sumatera (Itera) dan Universitas Diponegoro (Undip).

“Nama Fakultas Sains juga cocok dalam mengusung tujuan fakultas, yakni unggul dalam pengembangan sains untuk kemanusiaan, kesejahteraan, dan lingkungan,” terangnya lagi.

Namun, bagi lulusan ITS pada wisuda sebelumnya, Agus menjelaskan bahwa ijazah versi bahasa Inggrisnya sudah bernama Faculty of Sains bukan Faculty of Natural Sciences. Sehingga, perubahan nama ini dirasa tidak merugikan lulusan terdahulu.

Agus berharap, dengan berubahnya nama Fakultas Ilmu Alam menjadi Fakultas Sains ini dapat lebih memupuk semangat para mahasiswa dan dosen dalam berkompetisi di kancah nasional maupun internasional. “Kampus yang kuat dapat dilihat dari kekuatan bidang ilmu pengetahuan sainsnya,” pungkasnya. (q cox, Tama Dinie)

Reply