Fashion Draping Merah Putih, Embran Nawawi: Dodotan Indonesia Besar karena Sejarah Budayanya

SURABAYA (Suarapubliknews) – Walau dirayakan secara sederhana dan penuh keterbatasan akibat pandemic Covid 19 yang tak kunjung usai, perayaan kemerdekaan Republik Indonesia tetap berlangsung hikmat dan penuh kemeriahan. Salah satunya yang digelar Embran Nawawi dan E to Z Project bekerja sama dengan Royal Tulip Darmo Surabaya.

Menggelar upacara sederhana yang diikuti para model cilik di lobbi hotel, dilanjutkan fashion show merah putih para model yang mengenakan atasan putih dengan bawahan kain batik Pamekasan. Fashion dengan mematuhi protokol kesehatan dan tidak meninggalkan esensi penting akan rasa nasionalisme pada negara Republik Indonesia.

“Kami, saya Fotografer Zaldy Ogawa , Hana MUA serta Ivonia, model muda asal Surabaya dan disuppord Royal Tulip Hotel melakukan gebrakan baru dengan menyajikan karya yang luar biasa dan unik yang baru pertama kali di Indonesia,” ungkap Embran Nawawi.

Dalam even ini Embran Nawawi memperagakan Draping yang merupakan teknik pembuatan busana mengandalkan lipatan, kerutan, tekukan, dan sebagainya tanpa kain harus dijahit dulu langsung di badan seorang model. Embran menggunakan 4 macam kain dengan berbagai ukuran.

“Ide ini tumbuh dari konsep berbusana ala wanita Jawa jama dahulu yaitu Dodotan atau melilit kain ditubuh sebagai bukti bahwa Indonesia menjadi besar karena sejarah budayanya yang masih melekat di jiwa rakyat Indonesia. Esensi busana ini adalah kita harus bangga dengan Indonesia yang tercermin dari perilaku di kehidupan sehari – hari,” katanya

Penggunaan kain merah yang berjumlah 7 mete ini terdiri dari kain Batik monokrom merah putih sepanjang 2 meter rancangannya kemudian dipadu dengan kain modern berupa lace merah sepanjang 3 meter dan ditambah kain rami merah sepanjang 2 meter. Kain merah ini dibuatkan busana ditubuh model bagian atas sebagai blouse dengan Teknik lipit, kerut dan lilitan.

Kain putih yang Panjang 6 meter dijadikan sebagai bawahan untuk model dengan menggunakan teknuk lipit dan ekor yang menjuntai panjang kebelakang. Busana draping dodotan ini terlihat sangat glamour dan elegan seperti bendera merah putih yang berkibar sebagai kebanggaan menjadi Indoneisa.

“Harapannya adalah untuk menumbuhkan jiwa patriotisme dan kebangsaan anak generasi alfa terhadap bangsanya. Suasana hari kemerdekaan yang dibuat seperti sebuah peragaan busana trunk show dengan konsep merah putih ini menjadi semangat baru seperti jargon 76 tahun Indonesia, Indonesia Bangkit, Indonesia tubuh,” harap Embran.

General Manager, Royal Tulip Darmo Surabaya Deddy Sasmitha mengatakan melalui momen hari kemerdekaan Indonesia ini, kami ingin menginspirasi masyarakat Indonesia untuk tetap semangat dan melakukan yang terbaik ditengah kondisi pandemi sekarang ini salah satunya adalah dengan cara berkarya.

“Kami yakin, jika kita selalu berpikiran positif dan melakukan hal terbaik, hal yang baik pun akan datang kepada diri kita masing – masing. Kami berharap, pandemi segera berakhir. Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh,” katanya. (q cox, tama dinie)

Reply