Four Points by Sheraton Surabaya, Pakuwon Indah, Hadirkan Menu Klasik Reunion Rijsttafel

SURABAYA (Suarapubliknews) – Djaman Doeloe Resto & Bar memperkenalkan sebuah sajian kuliner baru Reunion Rijsttafel yang spesial di Four Point by Sheraton Surabaya, Pakuwon Indah. Sajian makan siang di tengah nuansa kekeluargaan, yang terinspirasi oleh konsep sajian mewah di masa kolonial kuno.

Complex General Manager The Westin Surabaya dan Four Point by Sheraton Surabaya, Pakuwon Indah, Alamsyah Jomengatakan Reunion Rijsttafel sangat mewakili identitas Djaman Doeloe Resto & Bar.

“Sesuai dengan nama restoran kami, “Djaman Doeloe”, kami berupaya menghadirkan kembali pengalaman kuliner otentik dari masa lalu lewat berbagai hidangan spesial di Indonesia. seluruh tamu dapat mengeksplorasi berbagai bumbu dan rempah, hingga kekayaan  rasa yang menjadikan masakan Indonesia semakin istimewa,” katanya.

Rijsttafel merupakan salah satu warisan dari masa kolonial Belanda yang masih tersisa hingga saat ini Konsep rijsttafel ini menyajikan berbagai hidangan tradisional Indonesia dari seluruh nusantara dalam konsep jamuan makan yang mewah. Umumnya, penyajian rijsttafel disertai dengan pertunjukan seni tradisional yang disukai oleh kaum bangsawan di era kolonial karena karena sarat dengan keakraban dan suasana kekeluargaan.

Lewat “Reunion Rijsttafel” di Djaman Doeloe Resto & Bar berupaya menghidupkan kembali warisan kuliner Indonesia yang sarat cerita. Lewat program tersebut, berbagai makanan klasik Indonesia dihidupkan kembali dalam konsep berbeda, seperti Lumpia Semarang, Iga Sapi Sambal Matah, Mie Godok Jogja, Gurame Bumbu Cobek, Sate Ayam Madura, dan Garang Asem Ayam Kampung, lengkap dengan pilihan sambal dan nasi yang aromatik.

Berbagai tarian daerah akan membuka pengalaman rijsttafel di restoran ini. Selanjutnya, hidangan akan diantarkan dalam sebuah bakul oleh para staff yang melayani dengan kebaya tradisional Jawa dan Lurik yang anggun. Lewat konsep rijsttafel, seluruh tamu diajak untuk menikmati suasana kontemporer klasik di restoran tersebut sambil menikmati nuansa nostalgia di Surabaya. (q cox, tama dinie)

Reply