Gabungkan Musik dan UMKM, PGN Karangrejo Magelang Gelar Festival Balkonjazz 2022

MAGELANG (Suarapubliknews) –Balkonjazz Festival akan kembali hadir untuk seluruh penikmat dan penggemar musik di tanah air. Penyelenggaraan Balkonjazz Festival ke 2 di tahun 2022 kali ini akan digelar di venue Gasblock Balkondes PGN Karangrejo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah dengan tagline The Energy That Heals.

Pada gelaran yang kedua kali ini Balkonjazz Festival akan menampilkan beberapa artis nasional terpopuler diantaranya Kahitna, Pamungkas, Rendy Pandugo, Adhitia Sofyan, Dere, Juicy Luicy, Raissa Anggaini, Coldiac, & Megantoro.

Festival destinasi wisata yang menggabungkan antara musik & UMKM yang di gelar di area Balkondes ini diharapkan akan menjadi pemantik dalam mempromosikan potensi ekonomi lokal khususnya lokasi dimana diselenggarakan Balkonjazz Festival.

Satu di antara usaha kecil dan menengah yang mendulang berkah dari gelaran Balkonjazz Festival ini ialah Catering Amala yang dirintis Beni Ani Astuti (47), warga Bumen Jelapan, Karangrejo, Borobudur, Magelang.

“Setiap ada event apapun di Gasblock Balkondes PGN Karangrejo, pasti turut melibatkan warga sekitar. Ya Alhamdulillah selama ini tiap ada event kami selalu dilibatkan tak terkecuali pada Balkonjazz Festival 2022, kami juga mendapat pesanan untuk pembuatan tumpeng dan makanan,” terang Beni Ani Astuti.

Sejak rumahnya mendapat layanan jaringan gas bumi rumah tangga Maret 2022 lalu, Beni Ani Astuti mengaku sangat terbantu.

Sekadar informasi, pipa gas sepanjang 3.900 meter untuk melayani 204 sambungan jaringan gas bumi rumah tangga warga sekitar balkondes di Dusun Kretek dan Bumen telah terpasang, wujud komitmen Subholding Gas PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Gas Negara (PGN )Tbk untuk terus memajukan Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Desa Karangrejo, Magelang.

“Alhamdulillah kami sangat terbantu sekali, sekarang tidak perlu wara-wiri membeli tabung gas lagi. Apalagi di daerah kami, ketersediaan tabung gas terkadang sulit ditemui,” kata Beni Ani Astuti.

Dijelaskannya, sebelum layanan jaringan gas bumi rumah tangga terpasang di dapur rumahnya, ia berlangganan tabung gas berukuran 3 kilogram, yang menghabiskan sekira 5-6 tabung perbulan.

“Kalau untuk dibandingkan, lebih irit menggunakan layanan jaringan gas bumi rumah tangga yang disuplai oleh PT PGN. Sebelumnya menghabiskan biaya sekitar Rp 150 ribu untuk berlangganan tabung gas, tapi kini cukup mengeluarkan biaya Rp 120 ribu,” ujar dia.

Diakuinya, sempat ada kekhawatiran dari masyarakat sekitar ketika pipa gas mulai disalurkan ke rumah-rumah warga. Namun seketika kekhawatiran itu sirna, setelah dilakukan sosialisasi kepada warga dan nyatanya aman digunakan secara rutin.

“Ternyata ya aman-aman saja, tekanan gasnya justru lebih rendah dibandingkan tabung gas, jadi kami justru merasa lebih aman,” kata dia.

Ia mengaku makin dimudahkan, lantaran pembayaran tagihan gas bumi PGN juga bisa dilakukan melalui berbagai platform.

“Kalau saya biasa melakukan pembayaran melalui m-banking. Tapi ada juga warga di sini yang melakukan pembayaran melalui Alfamart. Jadi memang tidak ribet, lebih praktis,” ujar dia.

Keunggulan menggunakan gas bumi PGN lainnya yang ia rasakan ialah tak khawatir lagi pantat panci akan gosong.

“Peralatan masaknya sekarang lebih aman, pantat panci tidak lagi gosong. Panas api yang dihasilkan pun menurut saya baik, untuk merebus air pun cepat mendidih,” jelasnya.

Foto utama: Beni Ani Astuti (47), warga Bumen Jelapan, Karangrejo, Borobudur, Magelang pemilik usaha Catering Amala.

Reply