Gelar Acara Jumat Barokah, Tryarso Dapat Julukan Caleg NASI BUNGKUS (Video)

SURABAYA (Suarapubliknews) – Berbagai cara dilakukan oleh Calon Legsilatif (Caleg) untuk bisa mendapatkan simpati dari para calon pemilihnya. Seperti yang dilakukan Tryarso Caleg Dapil 4 untuk DPRD Surabaya asal PDIP, yang kini berjuluk Caleg NASI BUNGKUS.

Betapa tidak, Ketua PAC PDIP Sukomanunggal ini menggelar acara “Jumat Barokah” setiap pekan dengan kegiatan membagikan nasi bungkus kepada buruh pabrik yang kebetulan melewati jalan raya depan sentra PKL Sukomanunggal.

“Disamping sosialisasi pencalegan, saya memang berniat untuk berbagi kepada sesama meskipun hanya sebungkus nasi, dengan harapan menjadi catatan amalan bagi diri saya pribadi, keluarga dan beberapa partisipan yang selama ini mendukung kegiatan ini,” ucap Tryarso kepada media ini saat di lokasi. Jumat (25/01/2019)

Tryarso mengatakan jika ratusan nasi bungkus yang dibagikan tidak hanya berasal dari dirinya, tetapi dibantu oleh sejumlah partisipan yang sepakat dan sepaham dengan dirinya.

“Ada saja yang nyumbang, jumlahnya memang bervariasi, ada yang 20 hingga 30 bungkus, setelah terkumpul mencapai ratusan baru saya bagikan,” tandasnya.

Kader PDIP yang lebih dari 20 tahun mengabdi ini mengaku akan terus berjuang membesarkan partai dengan lambang banteng bermoncong putih besutan Megawati Soekarno Putri.

“Saya masuk ke PDIP sejak adanya Promeg sekitar tahun 1996, yang saat itu poskonya di jalan Pandegiling,” tuturnya.

Alasan maju sebagai Caleg melalui PDIP, Tryarso yang akrab disapa Cak Kabel ini mengatakan jika dirinya hanya ingin mewakafkan diri kepada masyarakat, utamanya di wilayah Dapilnya yang meliputi wilayah Sawahan, Wonokromo, Gayungan dan Jambangan.

“Hanya dengan jalan ini saya bisa memaksimalkan pengabdian kepada masyarakat, oleh karenanya saya terus melakukan mendekati warga dengan cara blusukan dan pendampingan, sekaligus memohon restu dan dukungan dari warga,” harap ayah anak kembar ini. (q cox)

Berikut cuplikan video kegiatan Jumat Barokah, Caleg Nasi Bungkus Tryarso:

Reply