Gelar Peringatan HKB, Bupati Tanbu: Harus Siap Penanggulangan Bencana

TANAH BUMBU (Suarapubliknews) – Pemkab Tanah Bumbu (Tanbu) menggelar acara peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) yang digelar di halaman Kantor Bupati Jumat (3/5/2019).

Dalam rangaian acara, diawali pemeriksaan pasukan dan simulasi penanganan bencana kebakaran yang melibatkan langsung Bupati Tanah Bumbu H. Sudian Noor, Wabup Tanbu H. Ready Kambo dan Sekda Tanbu H. Roswandi Salem.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa kejadian berbagai bencana dan penanggulangannya sudah menjadi perhatian semua pihak, mulai Pemerintah pusat hingga di tingkat daerah.

Terkait hal itu, Pemkab Tanbu telah melaksanakannya yakni penanganan Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla) hingga pengenalan kejadian bencana sampai ketingkat anak sekolah terendah pun.

“Sejauh ini kami sudah melakukan education atau pengenalan ke berbagai sekolah tentang bahaya bencana bahkan pengenalan itu sudah sampai pada anak TK. Sehingga akan menumbuhkan kesadaran anak tentang bahaya itu sejak dini,” tandasnya.

Dijelaskan H. Sudian Noor, bahwa kesiapsiagaan bencana harus dimulai dari kesiapan aparatur dan dukungan semua pihak.

“Dukungan semua pihak bukan berarti disaat ada kejadian bencana, namun bagaimana tumbuh kesadaran masyarakat untuk mengantisipasi bencana itu tidak terjadi,” sebutnya.

Bupati menyampaikan data dari BPNPB bahwa di tahun 2018 jumlah kejadian bencana sebanyak 2.572 dan telah mengakibatkan korban meninggal dan hilang sebanyak 4.814.

Korban yang dinyatakan luka luka sebanyak 21.064 dan 10.2 juta orang mengungsi serta dengan kerugian mencapai lebih dari 100 triliun rupiah. Baik kerugian material maupun lainnya.

“Dengan memahami resiko, maka kita dapat mengetahui hal hal apa yang perlu kita lakukan untuk meningkatkan kapasitas sehingga resiko tersebut dapat di perkecil,” tutupnya di tengah peserta apel HKB.

Dalam kesempatan itu Sekda Tanbu H. Rooswandi Salem mengharapkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kab. Tanah Bumbu untuk terus melakukan kesiapan aparatur secara tekhnis.

“Secara tekhnis simulasi harus dilakukan berkelanjutan dan efektif, artinya kita harus dalam keadaan siap. Kerena bencana tidak bisa diduga,” tuturnya usai simulasi HKB. (q cox, Imran )

Reply