Gelar Rakor Penanganan Bencana, BPBD Jatim: Harus Menyesuaikan Protokol Kesehatan

SURABAYA (Suarapubliknews) – BPBD Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan dan Kesiapsiagaan. Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jatim juga ikut dalam rakor yang bertemakan Sinergitas dan Gotong Royong dalam Penanggulangan Bencana.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) BPBD Jatim Gatot Subroto mengatakan dalam masa pandemi Covid-19, sehingga nanti dalam penanganan bencana harus menyesuaikan protokol kesehatan.

Menurutnya, BPBD Jatim tidak bisa sendirian dalam penanganan bencana. “Maka hari ini diadakan rapat koordinasi, sehingga bisa saling mengisi kekosongan dalam penanggulangan bencana,” katanya.

Sebanyak 50 pengurus dan organisasi mitra SRPB Jatim hadir dalam kegiatan ini. Selain itu, ada pula 50 peserta dari FRPB Jatim. Acara juga dihadiri Koordinator SRPB Jatim Dian Harmuningsih.

Prakirawan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda Oky Sukma Hakim, mengatakan, saat ini sebagian besar wilayah Indonesia memasuki musim penghujan. “Potensi La Nina cukup besar karena curah hujan meningkat hingga 40 persen,” katanya.

Belum lagi adanya informasi beberapa waktu lalu adanya potensi gempa megathrust di kawasan Selatan Pulau Jawa. Hal inilah yang harus diwaspadai, karena gempa dalam skala besar belum bisa diramalkan kehadirannya. (q cox, tama dinie)

Reply