Gelar Reses di Wisma Mukti, Anas Karno ‘Diwaduli’ soal Kebisingan RHU “Chug Bar”

SURABAYA (Suarapubliknews) – Warga Wisma Mukti Kelurahan Klampis Ngasem Kecamatan Sukolilo, mengadukan keberadaan Chug Bar, ke Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya Anas Karno yang sedang menggelar agenda reses jaring aspirasi masyarakat, pada Senin (17/10/2022). Mereka merasa terganggu terhadap aktifitas rumah hiburan tersebut.

“Suara musik dengan dentuman bass, terdengar sampai radius 100 meter ke rumah warga. Apalagi rumah yang berdekatan dengan Bar itu. Suaranya sangat bising. Padahal yang tinggal disini kebanyakan sudah lansia,” kata Winardi Ketua RT 01/ RW 05 Wisma Mukti.

Winardi menambahkan, Bar tersebut menjual minuman keras, buka hingga jam 2 dini hari. Kerap terjadi tawuran antar pengunjung, sehingga meresahkan warga.

“Selain menimbulkan suara bising tempat tersebut sering ada tawuran. Sampai satpam kami menjadi korban luka ketika bermaksud melerai tawuran. Ada 10 kali kejadian tawuran di tempat itu. Polisi juga ada usai tawuran terjadi,” imbuhnya.

Menurut Winardi kondisi Chug Bar berdiri sejak 10 tahun lalu. Awalnya hanya berupa cafe, namun lambat laun berubah menjadi Bar. Sejak sebelum pandemi, aktifitasnya membuat warga tidak nyaman bahkan meresahkan.

“Kita pernah beberapa kali berupaya melakukan mediasi dengan pihak pengelola. Pernah bertemu tapi kondisinya tetap tidak ada perubahan. Kita juga pernah datang ke kelurahan, tapi hasilnya sama saja,” ujarnya.

Winardi menambahkan, warga tidak keberatan akan adanya Chug Bar. Tapi aktifitasnya jangan mengganggu warga. “Harusnya dikasih peredam yang bagus, supaya suaranya tidak bocor keluar. Kemudian keamanannya juga harus diperhatikan,” pungkasnya.

Menanggapi aduan warga tersebut, Anas Karno mengingatkan supaya Chug Bar memperhatikan etika dan toleransi dalam bertetangga.

“Mendirikan tempat usaha termasuk tempat hiburan, jangan kemudian aktifitasnya berdampak mengganggu kenyamanan warga,” terangnya.

Lebih lanjut legislator Fraksi PDIP Surabaya tersebut mengatakan, Chug Bar seharusnya jauh-jauh hari sudah mengantisipasi dampak terhadap aktifitasnya.

“Ini dampak kebisingan ke warga sudah bertahun-tahun, tapi tidak dibereskan. Apalagi kerap terjadi tawuran. Kondisi ini patut disayangkan,” tegasnya.

Anas mengatakan sudah menginformasikan kasus ini ke Satpol PP Kota Surabaya supaya ditindak lanjuti. “Saya sudah sampaikan ke Kasat Pol PP, Pak Edy melalui pesan WA. Dan dijawab segera mengecek. Kalau kasus tidak cepat selesai, Komisi B akan panggil pengelolanya,” pungkasnya. (q cox)

Reply