Gelar UNBK Serentak, Kepsek SMP di Kabupaten Jember Usulkan Penambahan Ruang Labrotarium

JEMBER (Suarapubliknews) – Memasuki hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP yang digelar serentak se-Indonesia pada Senin pagi (22/4/19) kemarin, ternyata menyisakan persoalan tersendiri untuk wilayah Kabupaten Jember.

Salahsatunya disampaikan Suryanto Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Gumukmas Kabupaten Jember, yang mengeluhkan soal kekurangan ruang laboratorium yang menjadi tempat para siswa mengikuti UNBK.

Suyanto mengaku jika sekolahnya hanya memiliki 2 ruang laboratorium, padahal untuk memberikan layanan UNBK yang berlangsung selama 4 hari yakni hingga 25 April mendatang ke semua siswanya, harusnya memiliki minimal 3 ruangan

Oleh karenya, dengan terpaksa pihak sekolah menggunakan ruang kelas yang sehari-hari digunakan siswa dalam kegiatan belajar mengajar, untuk mengatasi agar pelaksanaan UNBK berjalan lancar terpaksa.

“Sedangkan ruang kelas tersebut digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, jika menghadapi ujian atau simulasi dan lainnya, berarti ada satu kelas yang siswanya harus berpindah-pindah tempat, yang kini muncul sebutan kelas terbang,” ujar Suryanto. RT

Suryanto berharap kedepannya ada penambahan ruang laboratorium, agar nantinya tidak menggangu kegiatan belajar mengajar siswa, walaupun begitu pelaksanaan ujian ini tetap berjalan normal sesuai harapan.

Menurut Suryanto, pelaksanaan UNBK tahun 2019 di SMP Negeri 1 Gumukmas terbagi menjadi 3 sesi dengan 3 ruang Laboratorium yang masing-masing ada 40 siswa. Sesi pertama dimulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB, sesi kedua pukul 10.00 hingga 12.00 WIB dan sesi ketiga pukul 14.00 hingga 16.00 WIB.

“SMP Negeri 1 Gumukmas jumlah peserta ada 245 siswa reguler, di tambah SMP terbuka ada121 siswa,hingga semua menginduk di SMP ini. Pengawasan di buat silang, jadi yang mengawasi dari pihak lembaga sekolah lain ” lanjut Suryanto.

Hal senada juga dikeluhkan Plt.Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kencong, Rahmadji, jika UNBK tahun 2019 kali ini diikuti oleh 224 siswa, dengan wilayah Sub Rayon 17, dan pelaksanaan ujian di SMP Negeri 1 Kencong pihaknya menggunakan 4 ruang laboratorium, dengan waktu pelaksanaan 2 sesi,

“Dengan sistem UNBK ini lebih ekonomis dan tingkat kejujuran lebih terjaga dan bisa di pertanggung jawabkan,” imbuhnya

Reply