GoTo Donasikan Lebih dari 1.000 Konsentrator Oksigen bagi Faskes di Indonesia

SURABAYA (Suarapubliknews) – GoTo, kembali mendukung Pemerintah dalam penanganan COVID-19 dengan mendonasikan lebih dari 1.000 konsentrator oksigen. Melalui kolaborasi dan gotong royong, konsentrator oksigen akan disalurkan secara bertahap ke berbagai rumah sakit maupun fasilitas kesehatan (faskes) untuk memenuhi kebutuhan pasokan oksigen.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, Pemkot Surabaya menyampaikan terima kasih kepada beberapa perusahaan yang telah memberikan bantuan kepada warga Surabaya melalui Posko Surabaya Peduli dalam Penanganan COVID-19. Banyak bantuan yang diberikan hari ini, salah satunya GOTO Indonesia yang memberikan oksigen konsentrator yang Insya Allah sangat bermanfaat bagi masyarakat kota Surabaya.

“Hari ini saya semakin sadar betul, bahwa kebersamaan dan gotong royong inilah yang menjadi kekuatan kita bersama untuk menghadapi pandemi COVID-19. Hal ini menunjukkan kepada kami bahwa Pemkot Surabaya bahwa tidak dapat berjalan dan berdiri sendiri. Oleh karena itu, atas nama masyarakat kota Surabaya & Pemkot Surabaya kami menyampaikan terima kasih,” katanya.

GoTo, melalui organisasi nirlaba Yayasan Anak Bangsa Bisa yang didirikan Gojek untuk membangun kesejahteraan masyarakat melalui inovasi teknologi, menyerahkan 35 unit konsentrator oksigen bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan secara simbolis diterima oleh Wali Kota Surabaya, Ery Cahyadi. Secara keseluruhan, Provinsi Jawa Timur akan mendapatkan 95 unit yang didistribusikan juga ke Pemkot Malang, Pemkab Sidoarjo, Pemkab Jombang dan Pemkot Madiun.

Pada tahap sebelumnya, GoTo telah menyerahkan 200 unit konsentrator oksigen kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes), yang dilanjutkan dengan penyerahan 175 unit ke Pemprov Jabar serta 65 unit ke Pemkot Yogyakarta, Pemkab Bantul, Sleman dan Kulon Progo.

Penyerahan bantuan ini merupakan bagian dari semangat gerakan #BangkitBersama, yang diinisiasi oleh GoTo, sebuah gerakan yang bertujuan  untuk membantu masyarakat Indonesia dalam penanganan COVID-19 melalui ekosistem GoTo, dan mendukung masyarakat, termasuk UMKM dan Pekerja Sektor Informal, untuk dapat bangkit kembali seusai pandemi COVID-19, sekaligus membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal.

Di dalam program bantuan konsentrator oksigen ini, GoTo juga turut menggandeng Sequoia India serta sejumlah startup di bawah naungan perusahaan modal ventura tersebut.

Chief Public Policy and Government Relations GoTo, Shinto Nugroho menyampaikan, penanganan COVID-19 membutuhkan semangat gotong royong yang telah menjadi jati diri bangsa Indonesia. Kami berharap dukungan kami dapat meringankan upaya Pemerintah dalam menanggulangi COVID-19.

“Donasi  konsentrator oksigen ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kami sejak awal pandemi terhadap kesiapan dalam penanganan COVID-19 melalui pendekatan yang sistematis dalam mendukung Pemerintah, tenaga medis, mitra, dan karyawan,” katanya.

Konsentrator oksigen merupakan salah satu dukungan dalam aspek perawatan (treatment).Konsentrator oksigen sendiri adalah perangkat untuk menghilangkan kandungan nitrogen yang ada di udara sehingga menghasilkan oksigen murni hingga 96%.  “Setelah sebelumnya kami telah meluncurkan Rumah Oksigen Gotong Royong” yang menyuplai oksigen bagi warga terpapar COVID-19 dengan gejala sedang,” papar Shinto.

Upaya gotong royong GoTo lainnya dalam gerakan #BangkitBersama adalah mendirikan Rumah Oksigen Gotong Royong pertama dibangun di Pulogadung, Jakarta Timur, yang merupakan inisiasi dari GoTo, KADIN Indonesia, Samator, Master Steel, dan didukung oleh Tripatra, Halodoc dan Yayasan Anak Bangsa Bisa. Fasilitas ini memiliki 500 tempat tidur perawatan, dan masing-masing tempat tidur perawatan mendapat akses oksigen yang langsung disuplai dari pabrik gas Samator.

Presiden Joko Widodo pada tanggal 24 Juli meninjau langsung Rumah Oksigen Gotong Royong dan menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dan gotong royong pelaku usaha dalam menghadirkan fasilitas ini guna mendukung penanganan COVID-19. (q cox, tama dinie)

Reply