Gubenur Khofifah Inovasi Travelator Masjid Pertama di Jatim Permudah Jamaah Lansia Beribadah

SIDOARJO (Suarapubliknews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan travelator Masjid Agung Sidoarjo. Travelator yang diresmikan saat ini merupakan yang pertama untuk fasilitas dalam masjid di Jatim.

“Ini keren sekali, jadi ini merupakan travelator di dalam masjid yang pertama di Jatim. Sehingga bisa jadi referensi bagi kabupaten/kota lainnya untuk menyediakan fasilitas serupa,” ungkapnya dalam sambutan.

Dengan diresmikannya travelator itu, maka akan semakin memudahkan jamaah untuk naik ke lantai dua, terutama bagi para lanjut usia (lansia). Dengan demikian para jamaah akan bisa merasa semakin aman, nyaman, dan beribadah lebih khusyuk.

Menurutnya langkah yang dilakukan Pemkab Sidoarjo merupakan keberseiringan dengan program Pemprov Jatim yaitu Jatim Berkah. Jatim Berkah sendiri, merupakan satu dari sembilan program Nawa Bhakti Satya yang dicanangkannya bersama Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak.

Dengan adanya program Jatim Berkah, Pemprov Jatim terbuka untuk berpartisipasi ikut mengembangkan Masjid Agung Sidoarjo ini. “Kita ingin memuliakan masyarakat Jatim melalui Nawa Bhakti Satya ini, terlebih ada program Jatim Berkah di dalamnya. Karenanya, kalau ada program pengembangan pada masjid ini, bisa disampaikan kepada Pemprov Jatim. Sehingga kami bisa berpartisipasi di dalamnya mewujudkan Jatim Berkah,” jelas Khofifah.

Peresmian travelator ini, ditandai dengan pemotongan pita oleh Gubernur Khofifah yang didampingi Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali, Wakil Bupati Sidoarjo Subandi, dan Ketua Takmir Masjid Agung Sidoarjo Nadhim Amir. Turut menyaksikan peresmian tersebut, Forkopimda Kabupaten Sidoarjo, Ketua MUI Kab. Sidoarjo KH. Salim Imron, dan beberapa Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim:

Ketua Takmir Masjid Agung Sidoarjo Nadhim Amir menjelaskan, Masjid ini telah menerima bantuan pengembangan dari Pemkab Sidoarjo. Salah satunya yaitu travelator yang diresmikan saat ini. “Harapannya fasilitas ini membuat lebih betah untuk beribadah dan berkegiatan di masjid ini,” katanya.

Kedua, di dalam masjid terdapat renovasi plafon dan atap masjid. Dari yang sebelumnya berbentuk kerucut, saat ini dibuat mendatar agar suara tidak menggema. Selanjutnya, juga terdapat pembangunan kamar mandi bagi putra dan putri di sayap kiri-kanan masjid. (q cox, tama dinie)

Reply