Gubernur Apresiasi Anak Muda Teruskan Tradisi Tenun Ikat

KEDIRI (Suarapubliknews) – Seusai melakukan Gowes, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau Kampung Wisata Tenun Ikat di Bandar Kidul, Kota Kediri. Dimana, tenun ikat sendiri merupakan salah satu kekayaan budaya lokal yang harus terus dilestarikan.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Jatim berdialog dengan Pengrajin Tenun Ikat dan Netizen Kediri Instafest. Mantan Mensos RI ini mengatakan tradisi menenun di Bandar Kidul, Kota Kediri ini sudah dilakukan secara turun-temurun. “Menenun sudah menjadi bagian dari tradisi yang diwariskan dari budaya seluruh warga yang ada di sini, sehingga  regenerasinya bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Lebih lanjut disampaikannya, pemilik tenun ikat ini mengajak anak muda untuk mencintai tradisi menenun. Dengan demikian, anak muda akan menjadi bagian yang bisa melestarikan tradisi tenun. Proses hulu hilirnya berjalan dengan baik seperti pemintalan benang, mengikat. Keberseiringan antara gerakan ekonomi UMKM melalui tenun di sini dengan protokol kesehatan menjadi contoh yang bagus.

“Ini merupakan sesuatu yang menjadi referensi para millenial lestarikan budaya menenun, karena mereka yang menenun anak-anak muda. Ini sebuah ketelatenan yang harus dibangun oleh para penenun. Dan anak-anak muda di sini regenerasinya berjalan dengan baik. Harapannya, ekonominya gerak, protokol kesehatan terjaga,” kata orang nomor satu di Jatim ini.

Selain itu, Gubernur perempuan pertama di Jatim ini juga mengapresiasi Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar yang mendorong masyarakat terutama ASN Kota Kediri menggunakan masker tenun. “Ini keren sekali. Tenun Ikat Kota Kediri akan menjadi icon baru bagi seragam di berbagai perkantoran dan sekolah sehingga tumbuh kembang tradisi tenun akan ketemu desain yang terus terupdate,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah juga menjelaskan, Pemprov Jatim memiliki Millenial Job Center (MJC). MJC itu menyiapkan para millenial yang punya talent. Misalkan designer web, fografer, kameramen dan sebagainya.

“ Pemprov Jatim juga  punya program  MJC ( Millenial Job Center ). Kita punya beberapa format desain program berbasis Bakorwil. MJC kita tempatkan  di Bakorwil seperti di Madiun, Malang, Pamekasan, Jember, dan Bojonegoro,” jelasnya.

Dikatakan, untuk menunjang MJC ini, telah disiapkan command center dan co working space yang baik. Tujuannya agar para millenial bisa berinteraksi dan tanpa dikenakan biaya.

Turut hadir meninjau Kampung Wisata Tenun Ikat diantaranya Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar beserta Ketua Dekranasda Kota Kediri, Kepala Perwakilan BI Jatim Difi A. Johansyah, Kepala Kanreg OJK Jatim Bambang Mukti Riyadi, Dirut Bank Jatim Busrul Iman, Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono, serta beberapa Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim. KEDIRI (Suarapubliknews) – Seusai melakukan Gowes, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau Kampung Wisata Tenun Ikat di Bandar Kidul, Kota Kediri. Dimana, tenun ikat sendiri merupakan salah satu kekayaan budaya lokal yang harus terus dilestarikan.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Jatim berdialog dengan Pengrajin Tenun Ikat dan Netizen Kediri Instafest. Mantan Mensos RI ini mengatakan tradisi menenun di Bandar Kidul, Kota Kediri ini sudah dilakukan secara turun-temurun. “Menenun sudah menjadi bagian dari tradisi yang diwariskan dari budaya seluruh warga yang ada di sini, sehingga  regenerasinya bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Lebih lanjut disampaikannya, pemilik tenun ikat ini mengajak anak muda untuk mencintai tradisi menenun. Dengan demikian, anak muda akan menjadi bagian yang bisa melestarikan tradisi tenun. Proses hulu hilirnya berjalan dengan baik seperti pemintalan benang, mengikat. Keberseiringan antara gerakan ekonomi UMKM melalui tenun di sini dengan protokol kesehatan menjadi contoh yang bagus.

“Ini merupakan sesuatu yang menjadi referensi para millenial lestarikan budaya menenun, karena mereka yang menenun anak-anak muda. Ini sebuah ketelatenan yang harus dibangun oleh para penenun. Dan anak-anak muda di sini regenerasinya berjalan dengan baik. Harapannya, ekonominya gerak, protokol kesehatan terjaga,” kata orang nomor satu di Jatim ini.

Selain itu, Gubernur perempuan pertama di Jatim ini juga mengapresiasi Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar yang mendorong masyarakat terutama ASN Kota Kediri menggunakan masker tenun. “Ini keren sekali. Tenun Ikat Kota Kediri akan menjadi icon baru bagi seragam di berbagai perkantoran dan sekolah sehingga tumbuh kembang tradisi tenun akan ketemu desain yang terus terupdate,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah juga menjelaskan, Pemprov Jatim memiliki Millenial Job Center (MJC). MJC itu menyiapkan para millenial yang punya talent. Misalkan designer web, fografer, kameramen dan sebagainya.

“ Pemprov Jatim juga  punya program  MJC ( Millenial Job Center ). Kita punya beberapa format desain program berbasis Bakorwil. MJC kita tempatkan  di Bakorwil seperti di Madiun, Malang, Pamekasan, Jember, dan Bojonegoro,” jelasnya.

Dikatakan, untuk menunjang MJC ini, telah disiapkan command center dan co working space yang baik. Tujuannya agar para millenial bisa berinteraksi dan tanpa dikenakan biaya.

Turut hadir meninjau Kampung Wisata Tenun Ikat diantaranya Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar beserta Ketua Dekranasda Kota Kediri, Kepala Perwakilan BI Jatim Difi A. Johansyah, Kepala Kanreg OJK Jatim Bambang Mukti Riyadi, Dirut Bank Jatim Busrul Iman, Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono, serta beberapa Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim. (q cox, tama dinie)

Reply