Gubernur Khofifah Apresiasi Beribadah dengan Terapkan Prokes Yang Ketat

SURABAYA, (Suarapubliknews) – Sebagai bentuk silaturrahim pada Ramadhan kali ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan safari Ramadhan ke berbagai masjid dan daerah. Hal ini dilakukan untuk memastikan ibadah tetap dapat dilakukan meski dalam kondisi pandemi Covid-19 tentu standart protokol kesehatan yang ketat.

Gubernur Khofifah melakukan shalat tarawih berjamaah di Masjid Al Falah Surabaya. Sebelum memasuki Masjid Al-Falah, Beliau juga melaksanakan tahapan prokes yang disyaratkan dengan ketat oleh pihak masjid. Seperti melakukan cek suhu tubuh, serta selalu mengenakan masker selama beribadah di dalam masjid.

Selain itu, jarak antar jamaah juga diatur dengan penanda sehingga tidak saling berdekatan. Bahkan, Masjid Al Falah juga tidak lagi menyediakan mukenah yang dapat dipinjam jamaah serta melepas karpet yang biasa digelar di masjid bahkan kotak amalpun dilengkapi hand sanitizer. Takmir masjid hanya menyediakan sajadah darurat yang terbuat dari bahan sintetis untuk alas shalat yang setelah dipakai jamaah akan segera disterilkan dengan disinfektan.

Saat melaksanakan shalat tarawih, Gubernur Khofifah terlihat khusyuk melaksanakan shalat bersama jamaah lainnya. Sebelumnya, dirinya juga menyapa dengan sangat akrab beberapa jamaah yang hadir di Masjid Al Falah.

Usai melaksanakan shalat tarawih, tampak para jama’ah rapi ngantri berfoto dengan tetap bermasker.  Khofifah menyampaikan bahwa  layanan ibadah termasuk salah satunya tarawih tetap bisa dilaksanakan.

Namun demikian, harus dengan menjalankan protokol kesehatan (prokes) yang sangat ketat. “Layanan ibadah tetap bisa dilakukan, shalat tarawih misalnya, asal prokesnya benar-benar dijalankan dengan tertib dan ketat,” katanya.

Bulan Ramadhan 1442 H kali ini keadaannya masih sama dengan tahun lalu. Yaitu masih dalam keadaan pandemi Covid-19. Semua aktivitas masyarakat tidak seleluasa tahun-tahun sebelumnya. Semua harus dilakukan dengan kepatuhan terhadap prokes, termasuk aktivitas ibadah bagi masyarakat.

Untuk itu, Khofifah kembali menegaskan bahwa saat ini shalat tarawih bisa dilakukan dengan berjamaah di masjid atau mushala asalkan takmir atau pengurus masjid benar-benar menjalankan prokes.

Pasalnya kondisi penyebaran Covid-19 di Jatim sudah mulai melandai meskipun belum berhenti penyebarannya. “Saat ini kasus Covid-19 di Jatim sudah melandai, sekali lagi sudah melandai tetapi belum berhenti. Jadi mohon tetap patuh melaksanakan protokol kesehatan,” pintanya.

Di akhir, Gubernur Khofifah juga mengapresiasi penerapan prokes yang diterapkan oleh Masjid Al Falah. Sekaligus, dirinya juga mengapresiasi berbagai fasilitas yang disediakan oleh Masjid Al Falah.

Diantaranya, yaitu fasilitas Konsultasi & Konseling Keluarga Sakinah (BKSF) untuk menyelesaikan berbagai permasalahan berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah baik pribadi maupun keluarga, lembaga kursus Al Qur’an, dan layanan ikrar bagi mualaf. “Banyak layanan bagi umat Islam yang difasilitasi masjid Al Falah ini, semua tetap dapat dijalankan, tentu dengan protokol kesehatan yang ketat,” pungkasnya. (q cox, tama dinie)

Reply