Jatim RayaPemerintahanPeristiwa

Gubernur Khofifah Jenguk Korban Terdampak Longsor di RSUD Kanjuruhan Malang

48
×

Gubernur Khofifah Jenguk Korban Terdampak Longsor di RSUD Kanjuruhan Malang

Sebarkan artikel ini

KAB. MALANG (Suarapubliknews) ~ Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Malang Sanusi menjenguk korban bencana banjir dan tanah longsor yang dirawat di RSUD Kanjuruhan Kab. Malang, Senin (10/7).

Di rumah sakit tersebut, Gubernur Khofifah bertemu dua korban terdampak bencana longsor yang terjadi pada 7 Juli 2023 lalu. Keduanya ialah Felix Ferdana dan Lilis Megawati yang merupakan saudara yaitu tantenya.

Usai melihat kondisi korban, Gubernur Khofifah mengaku bersyukur bahwa kesehatan keduanya kini berangsur pulih dan telah tertangani dengan baik. Sehingga dokter pun sudah memberikan izin atau indikasi untuk pulang sekitar 2-3 hari ke depan dan menjalani rawat jalan. “Alhamdulilah, kedua korban saat ini proses recoverynya berlangsung baik. Dan sudah bisa segera pulang untuk kembali berkumpul dengan keluarganya dengan rawat jalan,” katanya.

Gubernur Khofifah mengungkapkan, kedatangannya menjenguk korban terdampak longsor ini sebagai bentuk sapaan dan memberikan dukungan semangat maupun motivasi agar mereka lekas sembuh.

Sementara bagi para korban yang berada di pengungsian, berbagai pelayanan kesehatan dan sosial telah dilakukan seoptimal mungkin. Sekaligus, untuk kebutuhan logistik dengan pendirian dapur umum. “Kami hadir disini bersama Pak Bupati Malang untuk memberikan sapaan dan dukungan terhadap mereka yang sedang dirawat di rumah sakit,” ungkapnya.

Selain itu, di RSUD Kanjuruhan Gubernur Khofifah juga menyerahkan secara langsung santunan duka bagi 1 orang korban meninggal dunia atas nama Santoso usia 76 tahun sebesar Rp. 10 juta kepada ahli waris.

Melihat banyaknya kejadian bencana yang terjadi beberapa waktu terakhir, Gubernur Khofifah kembali mengingatkan kepada semua pihak untuk bersama sama saling melakukan upaya mitigasi bencana. Baik dari sisi pemerintah, stakeholder terkait serta seluruh masyarakat.

Terutama membangun kewaspadaan dimana daerah yang mengalami kekeringan agar segera tertangani, begitu juga jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi harus segera melakukan upaya mitigasi bencana.

“Tadi saya berdiskusi dengan korban dan pihak keluarga yang ternyata selama 10 hari hujan terus turun dengan intensitas tinggi. Sehingga mengakibatkan longsor dan menimpa rumah mereka. Ini menjadi warning kita semua untuk selalu melakukan mitigasi bencana di setiap daerah di Jawa Timur. Untuk itu, kembali saya minta kepada semua pihak untuk terus meningkatkan kewaspadaan. Utamanya yang berada di daerah rawan bencana,” pungkasnya. (q cok, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *