Gubernur Khofifah Minta PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2022 Jaga Kinerja Yang Telah Dicapai

SURABAYA (Suarapubliknews) – Semangat yang muncul dengan adanya Presidensi G20  oleh Indonesia, harus diiringi dengan berbagai percepatan dan sinkronisasi program. Hal ini disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menutup Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan IV Tahun 2022 di Provinsi Jatim bertempat di Jatim Coorporate University BPSDM Prov Jatim

“Alhamdulillah, Pemprov Jatim mendapatkan apresiasi dari Kementerian Dalam.Negeri RI sebagai Provinsi dengan Kinerja Terbaik  untuk Standar Pelayanan Minimum (SPM) dengan menjadi Peringkat Pertama di Indonesia dengan nilai 99,36%,” katanya.

Sehingga menurut Gubernur Khofifah menjaga marwah pelayanan dengan standar nilai tersebut sangatlah tidak mudah. Artinya kinerja ASN di Jawa Timur membutuhkan kinerja ekstra keras.

Gubernur Khofifah mengingatkan kepada seluruh pemimpin perubahan yang menjadi peserta PKN Tingkat II Angkatan IV untuk terus mengimplementasikan seluruh ilmu yang telah didapatkan selama program pelatihan.

Untuk diketahui, pada kegiatan yang berlangsung selama 101 hari atau setara dengan 4 bulan ini tercatat 60 peserta terdaftar mengikuti pelatihan. Lebih detilnya, 24 orang berasal dari luar Provinsi Jatim, 29 orang peserta dari Kab/Kota di Jatim dan 7 orang peserta dari Prov. Jatim. Seluruh peserta PKN Tk II Angkatan IV Tahun 2022 dinyatakan lulus dengan 20 orang menyandang predikat sangat memuaskan dan 40 orang menyandandang predikat memuaskan.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah bersama Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Adi Suryanto memberikan penghargaan peserta terbaik kepada 5 orang peserta pelatihan kepemimpinan.

Kepala LAN RI Adi Suryanto mengatakan bahwa seluruh peserta yang telah lulus memiliki tanggung jawab baru sebagai sosok pemimpin perubahan. Sehingga, Adi berharap inovasi yang telah digagas selama proses PKN harus diimplementasikan dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Sadarlah satu langkah keluar pintu ini, dipundak kawan-kawan ada tanggung jawab baru sebagai pemimpin perubahan. Karena apapun yang kalian lakukan, akan berpengaruh di masyarakat. Tidak hanya sekadar pemimpin, namum menjadi pemimpin yang bisa menggerakan perubahan. Bersinergi dan berkolaborasi untuk birokrasi yang lebih baik,” katanya

Membangun cita-cita  _World Class bereucracy _, harus bisa dicapai dengan kolaborasi melalui project perubahan yang telah diinisiasi. “Bukan projectnya yang penting, tapi implementasi dan manfaat bagi masyarakat yang jauh lebih penting,” lanjut Adi.

Adi juga turut mengapresiasi kerja sama BPSDM Prov Jatim dengan SDGs Center Universitas Airlangga. Menurut Adi, kerjasama tersebut akan menjadi sebuah lompatan yang bisa dijadikan pedoman bagi tempat lain untuk bertindak.”Ini adalah inovasi baru. Dan saya yakin ini sangat memungkinkan untuk di tiru oleh tempat lain,” ujarnya.

Diakhir, Adi mengucapkan selamat kepada seluruh peserta PKN Tk. II Angkatan IV yang telah lulus dengan predikat sangat memuaskan dan memuaskan. “Ini angkanya fantastis. Karena kemarin saya tutup PKN II di tempat lain hanya 5 orang  yang kategori sangat mrmuaskan disini ada 20 orang yang mendapat predikat sangat memuaskan. Saya yakin hasil bagus itu adalah hasil sinergi banyak pihak dengan kerja yang baik,” tutupnya

Sebagai informasi, masih dalam kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan 7 kerjasama baru yang dijajaki oleh BPSDM Prov Jatim. Meliputi penandatanganan Nota kesepakatan Pemprov Jatim dengan BNN RI, penandatanganan PKS antara BPSDM Jatim dengan SDGs Center UNAIR.

Selanjutnya, juga ditanda tangani PKS antara BPSDM Jatim dengan Badan Diklat Prov. Gorontalo, PKS antara BPSDM Jatim dengan BKD Kabupaten Kediri, PKS antara BPSDM Jatim dengan BKPSDM Kabupaten Nganjuk, dan yang terakhir PKS antara BPSDM Jatim dengan BKD Kabupaten Trenggalek. (Q cox, tama dini)

Reply