Hadir di Surabaya, Yukk Bidik Pebisnis Kuliner dan UMKM

SURABAYA (Suarapubiknews) – Pandemi covid 19 membuat pembayaran digital (digital payment) menjadi tren di masyarakat. ditambah pemerintah dalam hal ini Bank Indonesia (BI) juga mendorong metode ini di tengah pandemi Covid-19.

Peluang ini ditangkap perusahaan rintisan alias startup aplikasi pembayaran dengan fitur lengkap, Yukk. Perusahaan ini memperkuat layanan aplikasi melalui e-commerce yang bisa diakses melalui website dan aplikasi di mobile phone.

CEO & Co-Founder Yukk, Stevanus Rahardja saat athering Yukk bersama Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jatim, di Pasarame Tunjungan Plaza 6 Surabayamengatakan, kehadiran aplikasi ini untuk menambah pengalaman berbelanja yang lebih efisien bagi para pengguna.

Hal tersebut bisa dilakukan dengan menawarkan teknologi sesuai kebutuhan di lapangan.”Kami hadir dengan penawaran lebih kepada user, diantaranya menggunakan omni channel platform yang terhubung ke marketplace B2B2C. Keunggulan lain adalah dengan adanya point reward di setiap transaksi dan diberikan merchant di setiap harinya, dan banyak keunggulan lain,” katanya.

Sejak diluncurkan pada Maret 2012 lalu, saat ini pengguna dari aplikasi anak negeri ini sudah sangat baik. Kini sudah tercatat Yukk diunduh oleh 125.000 downloader dimana sekitar 30 persennya adalah user aktif. Pihaknya menargetkan hingga akhir tahun ini sebesar 250.000 hingga 300.000 downloader dengan jumlah merchant mencapai 5.000 merchant.

“Seiring dengan sudah adanya izin dari BI untuk Yukk terkait operasional uang elektronik dan transfer dana dan fasilitas pembayaran digtal melalui QRIS, kami kian gencar melakukan penetrasi dan sosialisasi ke masyarakat dan pelaku usaha,” papar Stevanus.

Seperti yang dilakukan Yukk di Surabaya kali ini, pihaknya menggandeng pelaku bisnis kuliner dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk pengembangan pasar dan ekosistem pembayaran digital melalui sebuah platform.

“Di Jabodetabek kami sudah menggandeng banyak UMKM dan sudah ada 450 brand yang tergabung. Kami yakin Surabaya atau Jawa Timur dengan banyaknya pelaku usaha di bidang F&B serta UMKM kami bisa diterima. Setelah Surabaya, kami akan hadir di Bandung dan Bali,” terang Stevanus.

Sementara itu Wakil Ketua Apkrindo Jawa Timur, Ferry Setiawan menyambut baik langkah yang dilakukan Yukk dengan membawa beragam keunggulan fitur platform pembayaran digital. Ini tentu akan memberikan pilihan dan kemudahan bagi konsumen.

“Positif tentu, karena dengan banyaknya platform digital yang ada semakin diuntungkan. Sehingga dengan banyaknya vendor tidak ada monopoli di ekosistem digital payment yang trennya terus meningkat ini. Jadi antara pelaku usaha maupun konsumen akan diuntungkan,” jelasnya.

Dia pun berharap Yukk bisa memberikan layanan baik bagi merchant maupun user. Mengingat persaingan di bisnis ini juga cukup ketat. Hal ini juga sejalan dengan langkah Apkrindo Jatim yang terus melakukan penguatan secara internal untuk benefit bagi anggotanya. Saat ini, jumlah anggota Apkrindo Jatim mencapai 160 pengusaha, dengan total lebih dari 500 brand yang beroperasi di Jawa Timur hingga kota-kota di provinsi lainnya. (q cox, tama dinie)

Reply