HalalBihalal Dengan PMI Jatim, Wagub Emil Harapkan PMI Dapat Jadi Agen Perubahan

SURABAYA (Suarapubliknews) – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menghadiri secara langsung HalalBihalal dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Timur di Markas PMI Jatim Rabu (18/5).

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Emil mengatakan bahwa PMI diharapkan dapat menjadi agen perubahan. Yang mana, bisa berkontribusi pada perubahan gaya hidup masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik.

Hal tersebut, sangat penting mengingat berbagai peristiwa yang terjadi selama dua tahun belakangan. Mulai dari pandemi Covid-19, wabah PMK, hingga naiknya kasus hepatitis akut tanpa etiologi dalam waktu singkat.

“Saya rasa kita harus membangun budaya baru di mana kita membiasakan diri memakai masker saat sakit, meskipun mandat memakai masker sudah dilonggarkan. Dan kita juga harus berani menegur atau menjadi untuk memberikan gestur tidak nyaman jika berhadapan dengan orang-orang yang tidak taat,” ucapnya.

Menurutnya masyarakat harus membiasakan gaya hidup sehat, karena penyakit seperti hepatitis itu menyerang saat berperilaku kurang bersih. “Maka, PMI bisa menjadk agent of change atau agen perubahan luar biasa yang dapat berkontribusi dalam membangun budaya baru ini,” imbuhnya.

Terlepas dari harapannya, Wagub Emil menyebut bahwa PMI sudah banyak terlibat dalam misi-misi penyelamatan. Untuk itu, ia mengungkapkan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap para pengurus yang dibawahi oleh Ketua PMI Jatim Imam Utomo.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerjasama dan kerja kerasnya dalam membantu penanganan berbagai masalah, khususnya saat pandemi Covid-19 di mana mereka membangun posko-posko. Ini adalah kerja keras yang luar biasa dan kami merasakan betul di bawah kepemimpinan Pak Imam bahwa PMI ini sregep. Karena saat dibutuhkan di masa saja, selalu hadir. Maka dari itu, pemerintah pasti tahu betul betapa pentingnya PMI,” lanjutnya.

Di lain sisi, Wagub Emil berpesan agar PMI tetap berpegang teguh pada esensi dasarnya. Terlebih setelah insiden bus pariwisata di Jatim baru-baru ini yang memakan banyak korban jiwa dan korban luka.

“Ada 15 orang yang meninggal dunia dan belasan lainnya masih dalam pertolongan dan pasti membutuhkan transfusi darah. Ini menunjukkan bahwa jangan sampai kita lupa bahwa esensi dasar keberadaan PMI adalah menyelamatkan nyawa. Maka program-program strategis seperti Jambore dan lainnya harus dijaga sebagai bagian dari konsolidasi organisasi. Sedangkan intinya tetap fokus pada penyelamatan,” pesannya.

Di akhir, Ia turut berharap agar di momen lebaran dapat merapatkan kebersamaan antara PMI dan Pemerintah Provinsi Jatim. “Di momen lebaran ini, saya ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri. Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kebersamaan ini tetap terjaga dan kita bisa terus mengabdi kepada masyarakat,” tutupnya. (Q cox, tama dinie)

Reply