Hari Bela Negara, Gubernur Khofifah Sebut Jaga NKRI Jadi Tugas Semua Rakyat Tanpa Terkecuali

KUALA LUMPUR (Suarapubliknews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh masyarakat menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari berbagai ancaman.  Hal ini Ia ungkapkan disela sela kunjungannya ke Kuala Lumpur dalam misi dagang Jawa Timur – Malaysia

“Saat ini ancaman dan tantangan negara antara lain narkotika, kemiskinan, radikalime dan terorisme. Bahkan kekerasan dan pornografi juga makin marak dan memprihatinkan. Jadi banyak tugas yang harus kita lakukan untuk menjaga NKRI dari berbagai ancaman tersebut,” ungkapnya Senin (19/12).

Gubernur Khofifah menyebut ancaman radikalisme dan terorime saat ini juga semakin tampak  dengan semakin berkembangnya teknologi digital yang menjadikan batas fisik domestik dan internasional kian dekat.

Belum lagi, keberadaan media sosial yang berpengaruh secara langsung atau tidak langsung terhadap penyebaran ideologi radikal, pornografi, perdagangan narkoba, organized crime dan sebagainya yang dapat melunturkan ketahanan nasional.

Maka dari itu, pemerintah bersama-sama dengan masyarakat harus membangun benteng yang kokoh agar persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga. Menurutnya, seluruh warga negara harus memiliki semangat, kesadaran dan kemampuan bela negara.

Masyarakat, harus mempunyai daya tangkal dan ketangguhan dalam menghadapi situasi global yang semakin berkembang pesat dan kompleks di segala bidang. Bela negara, merupakan sikap, perilaku, dan tindakan warga negara.

Baik secara perorangan maupun kolektif dalam menjaga kedaulatan keutuhan wilayah, serta keselamatan bangsa dan negara. “Dasar bela negara itu sendiri adalah cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia pada pancasila sebagai ideologi negara, dan rela berkorban untuk bangsa dan negara,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga juga mengajak masyarakat memaknai Hari Bela Negara dengan bekerja nyata, mandiri, dan berkarakter. “Indonesia dihadapkan pada kompetisi global sehingga SDM yang dimiliki pun dituntut untuk lebih unggul, produktif, inovatif, dan berdaya saing agar mampu memenangkan persaingan,” pungkasnya. (Q cox, tama dini)

Reply