Hari Pahlawan Identik dengan Berkabung, Yousri Nur: Harusnya Bendera Setengah Tiang

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Tanggal 10 November menjadi hari keramat karena pernah terjadi peristiwa pertumpahan darah yang menelan korban belasan ribu pejuang di Kota Surabaya, dan kini diperingati sebagai Hari Pahlawan Nasional.

Oleh karenanya, menurut wartawan senior H.M Yousri Nur Raja Agam, seharusnya menjadi momentum kedukaan bangsa dalam merebut kemerdekaan.

“Bendera yang dikibarkan mestinya setengah tiang, karena memperingati gugurnya belasan ribu pejuang kemerdekaan di Surabaya, ini harus menjadi pemikiran kita bersama,” ucapnya. Sabtu (10/11/2018)

Imbauan ini disampaikan Yousri saat memberikan wawasan kebangsaan pada acara doa bersama untuk para Pahlawan yang digelar oleh kelompok wartawan Humas Pemkot Surabaya.

“Yang memperkenalkan dan mensosialisasikan peristiwa sepuluh november itu adalah wartawan, demikian juga dengan peringatannya, maka ada peran penting di dalamnya,” tandasnya.

Pengurus PWI dan SMSI Provinsi Jatim ini menceritakan bahwa sebagian pahlawan yang gugur di peristiwa sepuluh november adalah wartawan.

“Seluruh bangsa ini mengenal Bung Tomo sebagai Pahlawan Nasional, dan beliau itu adalah wartawan radio di jamannya,” tandasnya.

Untuk itu, lanjut Yousri, sebagai insan jurnalis mempunyai kewajiban untuk mengenang sekaligus menghormati serta melanjutkan cita cita wartawan pejuang terdahulu dalam perannya merebut kemerdekaan dari penjajahan.

“Hanya bedanya sekarang, kita harus turut berperan menjaga persatuan dan kesatuan demi tegaknya NKRI di bumi nusantara ini,” pungkasnya. (q cox)

Reply