Hasil Bahtsul Masail, PWNU Jatim Perbolehkan Ucapan Salam Lintas Agama

SURABAYA (Suarapubliknews) – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim memberikan pernyataan sikap atas situasi keagamaan dan kebangsaan. Setelah mencuat imbauan agar pejabat tidak menggunakan salam lintas agama, PWNU Jatim menggelar konferensi pers, Selasa (12/11) siang.

Dalam pernyataannya, Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar mengatakan ucapan salam lintas agama diperbolehkan. Keputusan itu diambil setelah dilakukan bahtsul masail dan ucapan salam lintas agama boleh dilakukan untuk perdamaian di Indonesia.

“Hasil bahtsul masail tidak ada masalah untuk terus menjaga perdamaian. Sudah ada contoh yang sebenarnya menjadi panutan,” kata KH Marzuki Mustamar di kantor PWNU Jatim.

Bahtsul Masail merupakan sebuah forum diskusi antar ahli keilmuan Islam -utamanya fikih- di lingkungan pesantren-pesantren yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU). Di forum ini, berbagai macam persoalan keagamaan yang belum ada hukumnya, belum dibahas ulama terdahulu, dibahas secara mendalam.

Menurut KH Marzuki Mustamar, salam lintas agama itu sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW. “Dahulu, ketika Nabi Muhammad bertemu orang lumpuh dan ada banyak orang yang beragama lain, maka salam itu tetap diberikan,” terangnya.

Katib Syuriah PWNU Jatim Syafruddin Syarif menambahkan hasil bahtsul masail ini keluar setelah adanya perbedaan pendapat di masyarakat. “Makanya kami memberikan hasil bahtsul masail terkait dengan ucapan salam lintas agama,” ujarnya

Dikatakannya, Islam adalah agama kerahmatan. “Demi menghindari perpecahan, maka boleh mengucapkan salam lintas agama,” tambahnya.

Bahkan, kata dia, dari pendapat ulama terdahulu, bagi pejabat hendaknya diperbolehkan ucapkan salam agama lain. Hal itu diperlukan untuk menjaga perdamaian dan kerukunan. (q cox)

Reply