Haul Bung Karno, Pemkab Kediri Gelar Seni Budaya ‘Pemersatu Bangsa’

KEDIRI (Suarapubliknews) –Dalam rangka Bulan Bung Karno, Pemerintah Kabupaten Kediri mengadakan acara Gelar Seni Budaya Daerah tahun 2021 bertajuk ‘Budaya Pemersatu Bangsa’ yang disiarkan secara langsung melalui Youtube Dhito Pramono dan Kominfo Kediri serta Live Instagram @mas.bup.

Pagelaran ini menampilkan para seniman lokal Kediri yang sudah berkarir malang melintang hingga tingkat nasional, seperti Prigel Pangayu dari Kras yang namanya sudah tak asing lagi di telinga kita. Sedangkan penampilan jaranan dibawakan oleh Satrio Buwono Joyo dari Sukorejo Ngasem, campursari Surya Buana Plosoklaten, rampak celeng dari Peseg Pamenang Pagu, Barong Ki Maeso Putro Katang dan masih banyak lagi.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Ir. Adi Suwignyo, M.Si mengatakan, Gelar Seni Budaya ini diharapkan mampu memberikan hiburan kepada masyarakat serta motivasi maupun ruang apresiasi dalam berkreasi dan berinovasi, agar tetap eksis untuk hidup tumbuh berkembang dalam bidang seni budaya.

“Kediri adalah punjer dan gudangnya legenda, baik yang bernuansa panji maupun cerita sejarah perjuangan lainnya. Para seniman selalu dinanti ide-ide kreatifnya, kemampuan dalam berekspresi melalui karya seni berbobot untuk mampu bersaing dengan perkembangan seni budaya saat ini,” Ucap Adi Suwignyo. Selasa (22/6/2021)

Adi Suwignyo menambahkan, melalui kolaborasi pagelaran kesenian di bulan Bung Karno ini diharapkan dapat bermanfaat untuk mewarisi semangat Bung Karno yang tak pernah padam dan pantang mundur, untuk menunjukkan jati diri melalui seni budaya nasional bangsa Indonesia.

“Pesan Presiden Pertama Indonesia Ir. Soekarno yang harus selalu kita ingat sebagai insan budaya yaitu, tetaplah jadi orang nusantara dengan adat budaya nusantara yang kaya raya ini,” lanjutnya.

Di akhir sambutannya, Adi Suwignyo berpesan untuk tidak kendor dan disiplin mematuhi protokol kesehatan, untuk Kabupaten Kediri ayem tentrem gemah ripah loh jinawi karto dan raharjo. (q cox, Iwan)

Reply