Jatim RayaPemerintahanPeristiwa

Ini Pesan Gubernur Khofifah Kepada Rangga Bocah Penjual Donat Keliling

30
×

Ini Pesan Gubernur Khofifah Kepada Rangga Bocah Penjual Donat Keliling

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan perhatian pada Rangga Supriyadi (11), siswa kelas V SD asal Kupang Krajan Kota Surabaya, yang berjualan donat keliling untuk membantu ekonomi keluarga di tengah masa pandemi covid-19.

Gubernur Khofifah mengapresiasi apa yang telah dilakukan Rangga untuk keluarga. Ada semangat dan kerja keras yang diajarkan dari sosok Rangga dalam membantu kedua orang tua yang tengah kesulitan.

“Kerja keras, menjadi referensi yang diberikan oleh seorang Rangga untuk bisa memberi kontribusi pada keluarga. Meskipun anak anak ini belum boleh bekerja dan harus fokus belajar, namun kegigihan Rangga ini patut untuk kita apresiasi bersama,” katanya usai secara khusus mengundang Rangga ke Gedung Negara Grahadi.

Dalam kesempatan ini Rangga bercerita sudah hampir enam bulan berjualan donat keliling untuk membantu ekonomi keluarganya yang terdampak pandemi covid-19. Sang ayah yang merupakan kuli bangunan, kini bekerja serabutan karena proyek yang dikerjakan telah berhenti akibat pandemi covid-19.

Ia kemudian berinisiatif untuk membantu sang ibu untuk berjualan kue. Setiap hari, ia memulai rutenya jualan donat di Taman Bungkul, kemudian terus mengkayuh sepeda untuk berjualan hingga ke kawasan Kedungsari Kota Surabaya.  “Ibu membuat kue donat dan aneka kue kering. Saya bantu menjualkan keliling, dengan naik sepeda saya,” katanya.

Ia berangkat sekitar pukul 07.00 pagi  kemudian keliling berjualan donat. Siang hari ia sempatkan pulang kembali ke rumah untuk istirahat dan mengambil donat lagi untuk dijual keliling hingga sore hari. Perbiji, donat dagangan Rangga ini dihargai Rp 2.500. Sedangkan untuk kue kering, satu kotaknya dijual dengan harga Rp 10.000.

Jika dagangannya laku semua, Rangga bisa mendapatkan uang sebesar Rp 400 ribu dalam sehari. Namun jika sepi biasanya ia hanya membawa pulang uang sebesar Rp 200 ribu atau kadang kurang dari itu. Semua hasil jualan donat itu ia serahkan pada ibunya.

Ia ingin membantu orang tua yang memang kesulitan ekonomi terutama di masa pandemi covid-19 ini. “Uangnya saya kasih ke ibu semua. Untuk bayar kos-kosan, bayar listrik, dan untuk belanja. Saya ya ambil sedikit untuk jajan di jalan,” ucapnya.

Bocah yang bercita-cita jadi polisi ini menyebutkan bahwa ia ingin ke depan bisa lebih maju. Dan ia juga ingin agar pandemi segera berakhir sehingga ia bisa sekolah lagi dengan teman-teman.

Gubernur Khofifah kemudian memborong seluruh dagangan Rangga. Ia juga memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp 2 juta untuk tabungan Rangga. Selain itu, Khofifah juga meminta agar Rangga mengirimkan dagangannya setiap hari ke Gedung Negara Grahadi senilai  Rp 200 ribu. Gubernur bahkan memberikan peralatan keranjang khusus untuk Rangga mengirim dagangan ke Grahadi.

“Terus belajar. Terus semangat.  Jika tekun  belajar dan  ulet berdagang Insya Allah Rangga bisa sukses dan jika Allah mengizinkan siapa tahu Rangga bisa punya toko sendiri, dan nanti Rangga juga bisa dibantu kakaknya untuk berjualan donat secara online,” ujar Khofifah.

Ia berpesan pada Rangga, meski rajin membantu orang tua, namun ia tak boleh lengah untuk tetap semangat belajar. Gubernur Khofifah meminta Rangga untuk membagi waktunya kapan belajar dan kapan membantu orang tua. Karena di usia Rangga saat ini, tetap nomor satu yang menjadi prioritas adalah pendidikan. (q cox, tama dinie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *