Inisiasi Kerja Sama, Dubes Armenia Lakukan Kunjungan Pertama ke ITS

SURABAYA (Suarapubliknews) – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) makin memperluas kerja sama dengan mancanegara yang salah satunya berbasis sains dan teknologi. Kali ini ITS menerima kunjungan dari Duta Besar Republik Armenia bersama Foundation for Armenian Science and Technology (FAST).

Founding CEO dari FAST, Armen Orujyan mengatakan tujuan utama dari kunjungan delegasi Armenia ini adalah untuk mengetahui kesulitan dan permasalahan yang ada di Indonesia terkait sains dan teknologi. “Setelah itu, kita akan berusaha bersama-sama untuk menemukan solusi dari permasalahan tersebut,” katanya.

Sebagai arsitek dari ekosistem sains, ia menambahkan bahwa dalam ekosistem sains diperlukan tiga hal yaitu riset, edukasi dan komersialisasi. Sebelum diadakan penelitian, sebaiknya perlu adanya edukasi.

“Saya melihat di Indonesia ini, dana untuk menjalankan penelitian itu ada sangat banyak sekali, namun jika tidak ada sumber daya manusia yang baik untuk mengelolanya maka akan percuma,” terang Orujyan.

Salah satu model Artificial Intelligence (AI) yang mereka kembangkan untuk penemuan obat baru. Beberapa keuntungan dari model ini ialah akan ditemukannya obat-obat baru dengan biaya yang lebih murah dan proses pengembangannya yang lebih singkat.

“Salah satu perusahaan yang menggunakan model ini yaitu MODERNA dan mereka sekarang sedang mengembangkan vaksin untuk virus corona,” lanjutnya.

Duta Besar Republik Armenia Dziunik Aghajanian mengungkapkan bahwa bekerja sama dengan ITS akan sangat menguntungkan untuk kedua belah pihak. Beberapa di antaranya yaitu adanya pertukaran ide yang jelas akan menambah wawasan dari pihak ITS maupun Armenia.

“Bekerja sama dengan ITS tentu akan membuat kami memahami lebih dalam tentang daerah ini, sehingga kita bisa tahu cara yang tepat dalam menyelesaikan berbagai masalah yang ada,” ungkapnya.

Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng melanjutkan bahwa di ITS sendiri telah melakukan banyak sekali penelitian. Beberapa penelitian tersebut juga telah berhasil dikomersilkan. Salah satu hasil penelitian dari ITS yang berhasil dikomersialkan adalah sepeda motor listrik Gesits.

ITS sendiri telah memiliki banyak peran dalam bidang sains dan teknologi untuk Indonesia. Dalam skala kecil, ITS turut berperan dalam pengembangan Surabaya Smart City dalam penggunaan informasi teknologi, big data, dan AI. Selain itu, ITS juga melakukan pengabdian masyarakat dengan pengembangan desa pesisir di Pulau Maratua.

FAST mengaku merasa tertarik setelah melihat begitu banyak kontribusi yang dilakukan oleh ITS terkait bidang sains, teknologi, dan pengabdian masyarakat. “Banyak sekali kolaborasi menarik yang bisa dilakukan oleh ITS dan FAST nantinya. Kita juga bisa melakukan penelitian yang bisa menghasilkan produk yang dikomersialkan,” ungkap Armen Orujyan.

Direktur PT Tekno Sains, Dr Ir I Ketut Gunarta menambahkan kunjungan delegasi Armenia dilanjutkan ke Gedung Pusat Robotika ITS yang juga menyajikan pameran mini memperlihatkan karya-karya inovatif sivitas akademika ITS yang telah mendunia.

“Karena kita ini memiliki fokusan yang sama serta research center yang sama, kita ingin melanjutkan sesi berbagi di Gedung Robotika ini,” jelasnya.

Direktur Kemitraan Global ITS, Dr Maria Anityasari ST ME mengatakan ITS menginisiasikan akan adanya kerja sama serta kolaborasi dengan Armenia. Kerja sama berupa pertukaran mahasiswa atau dosen merupakan langkah pertama yang bisa dilakukan ITS dengan Armenia.

“Kami akan membiayai segala keperluan dari mahasiswa dan dosen dari Armenia yang akan melakukan pertukaran ke Indonesia mulai dari tiket pesawat hingga akomodasinya,” tutupnya.   (q cox, tama dinie)

Reply