Inovasi JETS, Diharapkan Cegah Kebocoran Retribusi

MAGETAN (Suarapubliknews) – Kedepan, pembayaran retribusi seluruh pasar di Jatim tidak lagi menggunakan karcis sobek, melainkan secara virtual. Petugas retribusi tinggal scan barcode unik milik pedagang.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan inovasi ini menjadi solusi bagi penyewa stan pasar agar selalu merasa aman, transparan dan menghindari pungutan liar.

“Ini menunjukkan sebenarnya kita sudah mulai pakai sistem pembayaan yang non tunai atau cashless, jadi setiap stan kalau mau bayar tinggal petugas datang dan melakukan scan barcode yang ada di masing-masing stan,” katanya.

Inovasi Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) bernama JETS (Jatim Electronic Transaction System) ini dilakukan selain untuk memudahkan pedagang, juga mencegah kebocoran retribusi sehingga PAD dapat semakin meningkat.

Petugas yang menagih pembayaran retribusi cukup melakukan scan di barcode yang ada di setiap stan pasar. Secara otomatis saat discan tersebut sistem akan memproses dan melakukan pembayaran. Saldo yang tersimpan di akun yang menempati stan tersebut akan terpotong sesuai dengan tarif sewa di pasar tersebut.

“Dengan begini penyewa stan pasar akan merasa lebih aman. Kalau misal ada pegalaman bayar sewa lalu ditambah, atau uang kembalian nggak dikembalikan, hal itu tidak akan bisa terjadi lagi karena sudah pakai sistem online, jadi transparan,” kata Khofifah.

JETS diberlakukan sejak bulan Januari tahun 2020. Selain di Pasar Baru sejumlah tempat juga sudah terintegrasi dan menerapkan sistem online e-retribusi, ke depan akan semakin diperluas karena penggunaan sistem ini terbukti bisa meningkatkan transparansi dan akuntalibitas penarikan retribusi. (q cox, tama Dinie)

Reply